Kaum Milenial Menjadi Sarjana Komputer di Era 4.0

kasmirudin
Kaum Milenial Menjadi Sarjana Komputer di Era 4.0
STMIK Atma Luhur Pangkalpinang mengadakan seminar nasional di Aula STMIK Atma Luhur Pangkalpinang, Rabu (22/10/2019). (Foto: Thoriq)

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID -- STMIK Atma Luhur Pangkalpinang mengadakan seminar nasional yang bertema “Menjadi Sarjana Komputer di Era 4.0” pada Selasa (22/10/2019) di Aula STMIK Atma Luhur Pangkalpinang.

Seminar ini bisa berjalan, karena hasil dari kolaborasi 3 himpunan di Kampus STMIK Atma Luhur, yaitu HIMTI, HIMASI dan HIMMI. Seminar ini dibuka untuk umum terutama untuk mahasiswa/mahasiswi. Seminar ini bertujuan agar mahasiswa yang lulusan Sarjana Komputer, bisa menyikapi perkembangan teknolgi di era 4.0 supaya mereka tidak ketinggalan.

Dalam seminar yang diikuti sekira 600 peserta ini menghadirkan 4 narasumber yakni Prof.H. Saparudin MT, Ph.D. (Staf IT Gubernur Bangka Belitung), Bayu Septian (Trainer/Motivator Nasional Co Founder Ajisaka Training Centre), dan Ferdinan Hendrata S.Kom (CEO boleh.id/Konsultan PLUT KUMKM) serta Mardi Awan S.Psi (Cluster Business Development Pt.Smartfren Telecom TBK).

Ketua Pelaksana Seminar, Philip Christoper mengatakan, seminar ini membahas tentang bagaimana cara menyikapi perkembangan teknologi di era 4.0 dan memotivasi mahasiswa untuk menjadi lebih baik lagi untuk tahu tujuannya setelah lulus kuliah ingin menjadi apa?

“Saya berharap semoga kampus STMIK Atma Luhur bisa lebih giat lagi mengadakan seminar nasional, agar para pelajar di Babel ini lebih smart. Ini bukan pertama kalinya STMIK Atma Luhur mengadakan seminar nasional, sebelumnya juga pernah mengadakan seminar nasional,” ujarnya.

Salah satu peserta, Muamar Rizky mengatakan, seminar ini sangat “pecah”. Sebagai contoh jumlah peserta jauh melebihi kuota, kemudian juga mendatangkan narasumber yang memang ahli dalam bidangnya dan sangat cocok untuk tema seminarnya, acaranya juga kondusif dan on time.

“Untuk peserta juga sangat diuntungkan, karena mendapatkan ilmu yang bermanfaat, snack, serta sertifikat nasional,” ujar Muamar Rizky.

Harapan dari peserta adalah bisa diadakan kembali dengan mendatangkan tema dan narasumber yang berbeda, sehingga para mahasiswa bisa mendapatkan ilmu yang bahkan tidak diajarkan di bangku perkuliahan. (BBR)


Penulis  : Thoriq
Editor    : Kasmir
Sumber : Babel Review