Kawasan Alur Sungai Jembatan Nibung Kembali Marak Aktivitas Ilegal

Irwan
Kawasan Alur Sungai Jembatan Nibung Kembali Marak Aktivitas Ilegal



BANGKA TENGAH, BABELREVIEW.CO.ID -- Sempat hampir terisolir karena jembatan penghubung antara Kabupaten Bangka Tengah dan Bangka Selatan rusak akibat banjir beberapa waktu lalu, kawasan alur Sungai Nibung Kecamatan Koba kembali marak oleh aktivitas penambangan ilegal.

Laporan dari warga setempat menunjukan, puluhan ponton kembali melakukan aktivitas ilegal di dekat fasilitas umum tersebut tanpa memikirkan dampak terulang kembalinya banjir seperti yang terjadi beberapa waktu lalu

"Kami berharap aparat untuk menindak tegas aktivitas ini, kita tau jembatan nibung ini adalah penghubung kedua kabupaten, jadi jika terjadi banjir lagi akibat penambang ini, ya siap-siap saja terisolir," ujar salah satu warga Koba berinisal S yang tak mau disebutkan namanya.

Diketahui, Jembatan Air di Desa Nibung Bangka Tengah sebelumnya mengalami kerusakan cukup parah akibat diterjang banjir karena curah hujan yang tinggi, sehingga roda ekonomi sempat terganggu karena jembatan tersebur merupakan satu-satunya akses masyarakat kedua kabupaten.

"Kalau akses jembatan ini kembali rusak, itu sama saja mematikan kehidupan masyarakat di daerah tersebut, apalagi kawasan Jembatan Air Nibung memang dikenal dengan kawasan langganan banjir, kalau tidak ditindak tegas yang siap-siap terima akibatnya,"ucapnya

Menanggapi hal tersebut, Kasat Reskrim Polres Bangka Tengah, AKP Rais Muin mengatakan akan mengirimkan anggotanya kelokasi untuk melakukan pengecekan.

"Terima kasih infonya, nanti Kanit Tipiter segera cek kesana," pungkas Kasat. (BBR)

Laporan: Rhamdan

Editor: Irwan