Kawasan Benteng Toboali Dicoret OTD, Karang Taruna Basel: Jangan Ada Vandalisme

kasmirudin
Kawasan Benteng Toboali Dicoret OTD, Karang Taruna Basel: Jangan Ada Vandalisme
Objek wisata yang juga menjadi ikon Kabupaten Bangka Selatan, kawasan Benteng Toboali yang dicoret oleh orang yang tidak bertanggung jawab. (Foto: Andre)

TOBOALI, BABELREVIEW.CO.ID – Salah satu Objek wisata yang juga menjadi ikon Kabupaten Bangka Selatan (Basel), yakni kawasan Benteng Toboali dirusak oleh Orang Tak Dikenal (OTD).

Pantauan Babel Review, tampak beberapa bebatuan besar di dekat kawasan Benteng Toboali itu dicoret dengan sejumlah tulisan seperti Kopitiam dan Cafe, Bhayangkara 98 Toboali, I Love Pantai Laut Tangsi Habang, serta I Love Benteng Toboali.

Adapun lokasi bebatuan granit yang dicoret tersebut berada di sisi sebelah kiri Benteng Toboali yang berbatasan langsung dengan Pantai Tangsi Toboali.

Ketua Karang Taruna Basel, Adiyansyah atau kerap disapa Adi Abing menyayangkan hal tersebut. Dirinya meminta apa yang telah dicoret untuk diperbaiki lagi.

"Kita juga meminta pemuda untuk ikut menjaga dan merawat aset wisata. Batu granit yang tersebar d sepanjang pantai di basel salah satu potensi wisata yang memiliki daya tarik wisata, tentu harus kita rawat dan jaga," katanya.

Dikatakannya, jangan jadikan bebatuan granit sebagai media aksi vandalisme.

"Ini akan merusak potensi wisata yang ada. Jika ingin menuangkan kreativitas lakukanlah di ruang yang benar, yang tidak mengganggu dan merusak estetika ruang publik, tuangkan kreativitas pada tempatnya," pesannya.

Misalnya, lanjut Adi Abing, setiap tahunnya selalu diadakan lomba mural itu tujuannya tidak lain untuk menyalurkan kreativitas pelaku seni.

Ia mengajak, untuk bersama-sama menjaga aset wisata yang ada. Insya Allah ke depan pariwisata Bangka Selatan lebih hebat.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Pemuda Olahraga Basel, Jusvinar saat dikonfirmasi via Whatsapp mengakui telah mendapat laporan tentang pencoretan di kawasan Benteng Toboali tersebut.

"Tentunya saya sangat menyayangkan dengan adanya pencoretan tersebut. Ini masuk kategori keliru penafsiran untuk keindahan. Saya tidak mengetahui kapan dinding batu granit tersebut dicoret,” tutupnya. (BBR)


Penulis : Andre

Editor   : Kasmir