Kayu Arang, Desa Kaya Potensi Alam

kasmirudin
Kayu Arang, Desa Kaya Potensi Alam
Suasana aktivitas masyarakat Desa Kayu Arang yang sebagian berprofesi nelayan. (Foto: Budityo)

Desa Kayu Arang merupakan desa yang secara administratif masuk dalam Kecamatan Kelapa, Kabupaten Bangka Barat, terletak 85 km dari Pangkalpinang dan berjarak 95 km dari Kota Muntok.  Desa ini pernah menjadi pelabuhan penyeberangan ferry terbesar di Pulau Bangka, yang digunakan untuk penyeberangan ke Palembang pada era tahun 90-an.

Saat ini masih tampak sisa-sisa dari pelabuhan yang dulunya menjadi pusat penyeberangan kendaraan itu. Saat ini dermaga pelabuhan tersebut perlahan mulai hancur dimakan usia, semenjak pindahnya pelabuhan penyeberangan ke Kota Muntok.

Namun, masyarakat Desa Kayu Arang sudah tidak begitu mempedulikan lagi kondisi pelabuhan, yang dulu sebagai tempat mata pencaharian. Sebab desa ini memiliki banyak potensi di bidang bahari dan perkebunan yang cukup menjanjikan.

“Hasil perikanan berupa udang galah pada bulan-bulan tertentu bisa mencapai 1 ton per minggu dan sudah ada pembeli yang datang, yang nantinya dikirimkan ke Palembang dan Jakarta,” ujarnya.

Saat ini juga warga Desa Kayu Arang sedang melakukan ujicoba pengembangan udang galah melalui sistem tambak. Alatas berharap, dengan sistem tambak ini dapat meningkatkan pendapatan warganya.

“Mudah-mudahan nantinya dapat berhasil, sehingga masyarakat dapat meningkatkan pendapatannya. Adapun kepiting bakau pada tahun lalu sudah berhasil. Sedangkan untuk budidaya kepiting soka menggunakan keramba. Tetapi karena kesulitan dalam mendapatkan bibit, saat ini budidaya kepiting tersebut terhenti,” kata Alatas.

Tidak hanya budidaya udang galah dan kepiting yang menjadi penghasilan warga. Di sungai Kayu Arang ada ikan yang menjadi primadona tetapi sangat sulit ditangkap. Ikan Tirus namanya.

Ikan Tirus yang mempunyai bentuk seperti ikan kakap, tapi lebih panjang ini mempunyai harga yang fantastis. Satu ekor ikan ini memiliki berat minimal 7 kg dan harga jualnya bisa mencapai Rp20 juta per ekor.

Desa Kayu Arang yang mempunyai luas 4.534 hektare dengan jumlah penduduk 1.790 jiwa ini, masih mengandalkan sektor perkebunan sebagai mata pencaharian. Sebab mayoritas penduduknya adalah pekebun, sedangkan pekerjaan sebagai nelayan boleh dikatakan sebagai pekerjaan sambilan. Sebab tidak sepanjang tahun, hasil tangkapan dapat maksimal.

Oleh karenanya Pemerintah Desa Kayu Arang akan berupaya, agar ada terobosan dalam pengelolaan sumber daya alam yang ada mengingat potensi yang begitu besar. (BBR)


 

Penulis :Budityo
Editor   :Kasmir
Sumber :Babelreview