Kedai Kopi Tempatnya Cari Inspirasi dan Rezeki

diko subadya
Kedai Kopi Tempatnya Cari Inspirasi dan Rezeki
diskusi santai di kedai kopi (Babelreview/Faisal)

PANGKALPINANG, BABELREVIEW -- SATU Tahun terakhir ini Pulau Bangka diserbu warung kopi. Tidak hanya di pusat pasar, di sudut-sudut kota dan pinggir keramaian berdiri warung kopi. Ada yang masih tradisional ada juga yang milinial. Mulai dari harga yang Rp 6000 an hingga ada yang berkelas diatas Rp 30.000 an.

Hampir semua warung kopi ramai terisi. Mulai dari remaja hingga aki-aki tampak sahdu menikmati segelas kopi. Bahkan wanita dan para gadis remaja juga tak canggung menghirup lezatnya si hitam manis ini.

Kopi memang telah membuat jatuh hati warga separuh negeri ini. Mengopi tidak saja mampu membungkus inspirasi, ternyata mengopi juga bisa mendatangkan rezeki dan memperdalam tali silahturrrahmi. 

Keramaian malam yang kini tercipta di Pangkalpinang pun tak lepas dari kontribusi Warung Kopi kekinian yang hadir di Ibu kota provinsi Babel itu.

Sejak pagi hari, setiap warung kopi yang ada selalu di penuhi masyarakat bercengkrama dari muda hingga tua. Bermacam topik cerita selalu muncul melengkapi nikmatnya minum kopi.

Bahkan, disejumlah warung kopi seusai waktu subuh, sudah mulai dipenuhi para penikmat kopi dari berbagai kalangan. Siapapun anda, apapun profesi anda di Warung Kopi semua terasa sama. Rasa Kekerabatan dan kekeluargan begitu terasa, anda yang sebelumnya tak saling mengenalpun bisa satu meja untuk berbagi cerita.

Seiring banyak tumbuhnya warung kopi yang disertai besarnya animo penikmat kopi saat ini, tentunya berdampak sekali terhadap roda ekonomi.

Salah satu Warung Kopi yang saat ini tengah digandrungi banyak anak muda yakni OH Kopi yang berada di Jl. Ahmad Yani, PangkalPinang. Warung kopi kekinian satu ini memang tengah jadi tempat favorit nongkrong anak muda.

" Alhamdulillah sejak buka pertengahan puasa tahun lalu, semakin kesini peminat kopi semakin banyak, setiap malam kita bisa membuat puluhan hingga ratusan gelas kopi baik yang dinikmati pelanggan disini ataupun yang dibawa pulang," ujar salah satu pengelola Warkop, Rizki.

Ia mengatakan, OH Kopi berdiri dari keinginan untuk membuat tempat tongkrongan bagi Ia dan teman-temannya yang sebelumnya memang akrab dengan warkop sebagai tempat nongkrong. Keinginan tersebutlah yang kemudian menginisiasi hadirnya OH Kopi saat ini.

" awalnya tu berangkat dari keinginan bikin tempet nongkrong bai karna sukanya ngopi jadi bikin warung kopi. Alhamdulillah, dari hanya kawan-kawan nongkrong yang duduk disini pada awal buka sekarang lah banyak pelanggan dan mereka kini lah jadi kawan nongkrong saat ni," ungkap pecinta musik Blues itu.

Kopi susu dan Greentea menjadi salah satu menu andalan di OH Kopi ini, etss tenang aja masih banyak kok menu minuman dengan banyak varian rasa yang bisa dinikmati di OH Kopi ini dan konsep sederhana yang diusung dibawah rindang perpohonan memang menjadi satu keunggulan tersendiri. OH Kopi kini menjadi salah satu pusat keramaian malam dikota PangkalPinang, dimana banyak berkumpulnya anak-anak muda bahkan hingga tengah malam.

Tak hanya OH Kopi, Salah satu warung kopi yang kini juga mulai dilirik banyak penikmat kopi di Pangkalpinang yakni Along Ngopi. Warkop satu ini memang masih tergolong baru ditengah menjamurnya pertumbuhan warung kopi kekinian di Bangka.

Berada di Jalan Budi Mulia, dekat Metro Fried Chicken, Kehadiran Along Ngopi cukup mendapat sambutan hangat para penikmat Kopi. Setiap malam Along Ngopi juga tak kalah menariknya di bandingkan Warkop lainnya yang mungkin sudah cukup lama hadir di Pangkalpinang.

Kopi Kekinian yang satu ini punya daya tarik tersendiri, salah satunya set Outdoor yang bagus untuk dijadikan Meeting Room. Ini menjadi keunggulan tersendiri bagi Along Ngopi. Setiap malamnya warung kopi ini pun ramai dikunjungi.

Salah satu pengelola Warkop ini, Arif mengungkapkan meski baru hadir di Pangkalpinang Animo masyarakat di Pangkalpinang terhadap Along Ngopi cukup tinggi.

Hal ini dibuktikan sejak buka pukul 10 Pagi hingga 10 Malam, Arif bisa membuat puluhan Cup Coffee bagi para pelanggannya. 

" Alhamdulillah sejak opening beberapa waktu lalu, kita sudah memiliki beberapa pelanggan yang konsisten kesini artinya mereka cocok dengan Along Ngopi," katanya Kepada Babelreview.

Pria yang juga menyukai seni fotografi ini pun mengaku tak muluk-muluk terkait target. karena baginya yang terpenting Konsistensi rasa yang Ia buat, selama itu bisa Ia jaga Insyaallah seiring berjalannya waktu, banyak yang akan mengenal Along Ngopi ini.

" Along Ngopi memiliki rasa khas nya tersendiri saya rasa, yang penting konsistensi, memberikan racikan terbaik untuk pelanggan," sebutnya.

Uniknya meski menjamurnya pertumbuhan warung kopi kekinian di Pangkalpinang, Warung kopi tradisional nampaknya tetap memiliki tempat sendiri dihati. Karena setiap harinya Warkop Tradisional yang di Pangkalpinang tak pernah sepi dari Penikmat Kopi.

Salah satu penikmat Kopi yang ditemui Babelreview di Warkop tradisional di Pangkalpinang, mengaku masih menikmati warung kopi yang disediakan di Warkop Tradisional.

" kalau ngopi sering e sih emang di warkop, warkop yang tradisional gini lah, kalau yang muncul sekarang ni, tu kopi anak muda tu kami disini bai," ungkap mang jum yang tengah menikmati kopi bersama rekan-rekannya.

Ia mengungkapkan kebiasaan mengopi memang, telah di lakukan sejak masih muda menurut ngopi bisa memenangkan pikirannya.

" dari Kecil lah ngopi be, tapi kalau dulu mungkin lebih sering ngopi e dirumah bai hanya sekarang karna kawan gati ngajak, ikut-ikutlah," Ungkapnya.

Ngopi kini tak hanya dinikmati mereka yang sudah berumur saja, anak muda kini bisa juga dibilang "Gila" Ngopi. Sebagian anak muda menganggap kurang lengkap rasanya aktivitas sehari-hari tanpa ngopi.

Hal ini yang dirasakan Dhayat, Pria muda asal sungailiat Bangka ini mengungkapkan, sebelum memulai aktivitas setiap harinya Dhayat selalu mengawali dengan minum kopi.

" lah lama sih ngopi, waktu masih sekolah pagi-pagi lah dibikin kopi kek orang tue. jadi sebelum berangkat sekolah Ayah kan ngopi tu, mak kami juga bikin kek ku, jadi lah tebiase," katanya.

Tapi kalau sekarang, Dhayat mengungkapkan lebih sering Ngopi di Warkop-Warkop di Pangkalpinang, hal tersebut karna tak lepas dari kebiasaan nongkrong dengan teman-teman.

" kalau sehari minimal sehari tu dua kali ngopi, Pagi waktu begawe kek malem hari, karna hampir setiap malam sih nongkrong kek kawan di Pangkalpinang, jadi kopi tu lah kanti e. Di warung kopi juga pikiran lebih tenang, bisa cari inspirasi dan tukar pikiran" ungkapnya.