KEK PTS untuk Kebangkitan Pariwisata Bangka

Admin
KEK PTS untuk Kebangkitan Pariwisata Bangka
foto :(dok pantai fenie)

SUNGAILIAT, BABEL REVIEW --Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pariwisata di Kabupaten Bangka dikenal dengan KEK Pantai Timur Sungailiat (PTS). Asep Setiawan selaku Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Bangka mengatakan, KEK pariwisata di Kabupaten Bangka awalnya di Tuing, tetapi oleh tim percepatan KEK dialihkan ke kawasan timur Sungailiat. "KEK di Bangka dari kawasan industri Jelitik sampai ke Rebo dialokasikan seluas 600 hektar," kata Asep di ruang kerjanya. Asep menambahkan, untuk sasaran KEK yaitu peningkatan ekonomi dan pengembangan wilayah yang pada akhirnya peningkatan pendapatan bagi masyarakat Babel. Ia melanjutkan, peran pemerintah adalah mengusulkan dan mendorong pihak swasta untuk menjadi bagian dari pengembangan KEK. Asep mengemukakan, KEK di Babel yaitu di Tanjung Gunung dan PTS. Di PTS konsorsium KEK terdiri dari lima perusahaan yang bergabung, salah satunya Tanjung Pesona Hotel. "Kita dari pemda mendorong regulasi, apa kebutuhan KEK. Kita menyiapkan

administrasi dan mendorong pihak swasta. Apa yang dibutuhkan konsorsium, Pemda menjamin perizinan. Semua persyaratan menuju KEK sudah disiapkan pemda," bebernya. Sementara peran swasta, Asep mengatakan bertugas mengusulkan ke dewan KEK karena pemda tidak mungkin ke pemerintah, maka membutuhkan peran swasta. Menurutnya, proses perjalanan KEK ini usulan sudah clear ke gubernur. Gubernur kemudian ke Kementerian Pariwisata dan ke Kementerian Ekonomi dan Industri, baru ke Badan KEK nasional. "Di sana diperiksa layak atau tidak. Ini tengah berproses. Sekarang tahap pengajuan. Target bulan Maret terealisasi. Masih tahap verifikasi. Tanjung Gunung lengkap baru diusulkan. Keputusan mutlak ada di Dewan KEK. Mana yang dapat. Di Sungailiat, di Tanjung Gunung atau digabung," ungkapnya. Sumber dana KEK ini, lanjut Asep semua diserahkan ke investor. Sumber dana mutlak dari perusahaan itu sendiri. "Pemerintah mendukung sarana dan prasarana. PLN, jalannya serta kemudahan perizinan baik di  pemda, provinsi dan

pusat," tukasnya. Rencana ke depan jika KEK terwujud dengan dikeluarkannya penetapan KEK melalui Peraturan Pemerintah, kata Asep maka KEK dapat langsung action. "Sesuai clusternya, di mana dulu perencanaan pembangunannya. Rebo untuk apa, Pantai Tikus Emas sport tourisme-nya. Tanjung Pesona ke hotelnya. Lapangan golf kapan, ada tahapan-tahapan dalam pengusulannya. Keseriusan dan komitmen kunci keberhasilan KEK," tegasnya. Ia pun memastikan KEK akan memberikan dampak positif ke masyarakat. Sebagai contoh Mandalika dan Tanjung Kelayang di Pulau Belitung, setelah penetapan KEK berimbas pada nilai lahan dan kemajuan ekonomi masyarakat. "Seperti Tanjung Kelayang dampak terasa ke kita juga karena masuk wilayah Babel, tapi porsi kecil untuk Bangka. Untuk lebih besar maka kita harus punya juga. Setelah ditetapkan 600 hektar, masyarakat sekitar mulai dari Rambak hingga Rebo bisa terlibat," imbuhnya. Lagi-lagi Asep mencontohkan di Mandalika, begitu aktifnya masyarakat dengan kehadiran wisatawan dari Australi dan lainnya. "Ketika tamu datang, masyarakat menikmati dengan jual baju dan souvenir," kata Asep. Namun diakuinya, penetapan KEK tidak lepas dari kendala. Salah satunya kendala zonasi yang belum pasti sampai saat ini. "Masalah zonasi ini masih agak menganggu karena belum dipastikan. Kita harapkan, kita sedang euphoria pengusulan KEK, zonasi berjalan dan penetapan zonasi tidak keliru. Ketika penetapan zonasi kawasan kita bagian dari tambang, repot. Jadi harus sejalan," harapnya.


Penulis :Dewita 
Editor   :Sanjay
Sumber :Babelreview