Kelurahan Bintang Manfaatkan Dinding Kumuh Jadi Taman Kebhinekaan

Irwan
Kelurahan Bintang Manfaatkan Dinding Kumuh Jadi Taman Kebhinekaan

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID -- Kelurahan Bintang, Kecamatan Rangkui, Kota Pangkalpinang, kini memiliki taman ikonik baru dengan sentuhan mural yang menjadi lokasi berswafoto, tepatnya berlokasi di Jalan Theresia.

Sejumlah dinding yang juga bersebelahan dengan SD Santa Theresia I ini disulap menjadi Taman Kebhinekaan yang menggambarkan enam tempat ibadah, berdasarkan agama-agama yang dipeluk oleh penduduk di Indonesia yakni Islam, Kristen (Protestan), Katolik, Hindu, Budha dan Khong Hu Cu (Konfusius).

Tak hanya itu, keenam lukisan ini dibuat menyerupai tempat ibadah asli, yang memiliki nilai sejarah  di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yakni Masjid Jamik, GPIB Maranatha, Gereja Katedral, Vihara Puri Tri Agung, Pura Penataran Agung dan Kelenteng Fuk Tet Che.  

Pengurus Yayasan Tunas Karya, Yudi Kristianto menyebutkan, rencana penataan kawasan Taman Kebhinekaan ini sudah direncanakan sejak lama, namun terealisasi pada Tahun 2021 ini.

"Awalnya lokasi dinding atau lingkungan di sebelah sekolah ini terkesan kurang rapi dan kumuh, maka kami Yayasan Tunas Karya berinisiatif merapikan lokasi ini agar enak dilihat mata, apalagi di depan sudah ada Tugu Simpang 5," ujarnya. Rabu, (17/2/2021).

Akan tetapi, lokasi taman ini tidak disediakan fasilitas tempat duduk untuk bersantai. Menurut Yudi apabila dibuat dikhawatirkan akan terjadi kemacetan karena dijadikan tempat untuk nongkrong.

"Kalau untuk berswafoto bisa, karena kita juga menyediakan area agar masyarakat bisa berfoto, karena kalau kami sediakan tempat duduk seperti kita ketahui jalan ini termasuk kawasan padat lalu lintas, dikhawatirkan macet apalagi jadi tempat tongkrongan," ungkapnya.

Selain itu dengan mengangkat tema kebinekaan ini, Yudi berharap pesan agar masyarakat dapat saling menghormati dan menghargai sesuai dengan semboyan bhineka tunggal ika.

"Kesan kebinekaan mural memberikan edukasi kepada siswa dan masyarakat yang lewat, bahwa Indonesia amat sangat kaya akan keberagaman. Kita harus sadar itu, dengan keberagaman kita punya kewajiban menjaga dan merawatnya dengan saling menghormati dan menghargai," tuturnya.

Sementara itu Lurah Bintang, Imam Firdaus mengungkapkan, adanya lukisan tempat ibadah tersebut merupakan hasil kolaborasi antara pihaknya dengan pihak yayasan  untuk memperindah kawasan tersebut.

"Terima kasih atas kerja sama ini menjadi kawasan yang indah, karena selama ini terkesan kurang rapi. Dengan adanya kerja sama inilah gunanya kolaborasi adalah solusi jadi kawasan ini juga menjadi ikonik dan bertambah lagi ikonik di bintang seperti simpang lima itu," ujar Imam. (BBR)

Laporan: Gusti

Editor: Irwan