Kelurahan Gedung Nasional Tiga Kelurahan Digabung jadi Satu

Admin
Kelurahan Gedung Nasional Tiga Kelurahan Digabung jadi Satu
foto:Dok. Kelurahan Gedung Nasional

PANGKALPINANG, BABELREVIEW -- Kelurahan Gedung Nasional, Kota Pangkalpinang merupakan penggabungan dari tiga kelurahan lama, yaitu kelurahan Manteri Urip, Kelurahan Bukit Baru dan Kelurahan Tangsi. Secara umum Kelurahan Gedung Nasional memiliki luas wilayah 42 hektare, dengan batas wilayah sebelah utara berbatasan dengan Kelurahan Batin Tikal, sebelah selatan  berbatasan dengan Sungai Rangkui, sebelah barat berbatasan dengan Kelurahan Rawa Bangun, sebelah timur berbatasan dengan Sungai Rangkui.

Saat ini Kelurahan Gedung Nasional terdiri dari 2 Rukun Warga (RW) dan 8 Rukun Tetangga (RT) dengan jumlah penduduk 3.677 jiwa dan rata rata penduduknya bermata pencaharian sebagai buruh. Kelurahan Gedung Nasional asal mulanya merupakan Gedung RRI yang sampai saat ini masih dikelola oleh yayasan.

Dikatakan oleh Ismail, selaku Lurah Gedung Nasional, Kelurahan Gedung Nasional saat ini lebih menekankan di bidang pelayanan administrasi, dan juga sudah terbentuknya Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), Karang Taruna dan pemilihan ketua RT/RW yang berjalan lancar.

Program unggulan Kelurahan Gedung Nasional, selain melaksanakan rutinitas dalam urusan pemerintahan juga memiliki beberapa program unggulan yang menjadi andalan dalam memberikan yang terbaik antara lain tertib administrasi dan kearsipan kantor, penguatan fungsi RT dan RW, penguatan fungsi PNPM, pendataan administrasi kependudukan, program gotong royong bersama.

“Masalah apapun yang berkaitan dengan pelayanan akan kita utamakan, karena jika pelayanan kita baik masyarakat juga akan merasa nyaman. Sehingga saat ini belum ada protes atau keluhan dari masyarakat tentang pelayanan kita,” aku Ismail. Tujuan dari mengutamakan pelayanan kata Ismail, dengan mengingat setiap yang ditugaskan sebagai lurah, awal dari protes dan jenuhnya masyarakat itu berawal dari pelayanan.

Dan pihak Kelurahan Gedung Nasional fokus pada pelayanan, dengan mengusahakan pelayanan secepat mungkin. Selama menjabat sebagai lurah Gedung Nasional, pria kelahiran Desa Delas ini menuturkan, hubungan antar warga di Kelurahan Gedung Nasional ini cukup kondusif, aman dan terkendali, dan hubungan antar pegawai juga saling bersinergi dalam menyelesaikan tugasnya masing-masing serta pelayanan kepada masyarakat.

“Di kelurahan ini kinerja pegawai saya bilang baik, 80 persen kita fokus di kantor untuk memberikan pelayanan dan 20 persennya waktu kita di luar, jika ada urusan administrasi di luar kantor, demi meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” tutup Ismail kepada Babel Review.(BBR)


Penulis : Reni Destiani 
Editor   :Sanjay 
Sumber :Babelreview