Kembalikan Kejayaan Lada, Disperindag Babel Bekali Petani Pengetahuan SNI Lada Putih

Irwan
Kembalikan Kejayaan Lada, Disperindag Babel Bekali Petani Pengetahuan SNI Lada Putih

PARITTIGA, BABELREVIEW.CO.ID – Pemprov Kepulauan Bangka Belitung melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) memberikan Pembekalan Ilmu SNI Lada Putih kepada para petani lada.

Pembekalan tersebut bungkus dengan kegiatan sosialisasi mutu produk unggulan daerah tersebut dibuka oleh Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Babel Deki Susanto di Gedung Serba Guna Kecamatan Parittiga, Bangka Barat, Kamis (8/10/2020).

Deki mengatakan, lada putih dari Kepulauan Bangka Belitung sudah dikenal di pasar dunia sejak sebelum perang dunia kedua, sebagai komoditi ekspor dari Indonesia yang dikenal dengan nama Muntok White Paper.

Oleh sebab itu, mengingat menurunnya jumlah produksi lada putih maka Pemprov Babel dengan program revitalisasi ladanya mempunyai keinginan untuk mengembalikan kejayaan lada putihnya seperti dahulu.

Menurutnya berbagai aspek telah dilakukan pembenahan oleh Pemprov, agar meningkatnya gairah masyarakat Bangka Belitung untuk bertani lada salah satunya melalui kegiatan sosialisasi ini.

Oleh karena itu, sebagai laboratorium pengujian lada putih di Babel maka UPTD Balai Pengujian dan Sertifikasi Mutu Barang Disperindag Babel berkewajiban untuk melakukan sosialisasi mengenai mutu produk unggulan daerah, salah satunya lada putih dalam rangka peningkatan kualitas mutu salah satunya di Kepulauan Babel.

“Dengan mempertimbangkan seksama dan hasil survey dilapangan maka diputuskan kegiatan sosiilisasi mutu produk unggulan daerah yaitu di Kecamatan Parittiga, Bangka Barat,” kata Deki.

Selain itu, dilakukan diskusi mengenai kendala dan masalah yang di hadapi para petani dalam proses pra dan pasca panen lada agar jumlah panen yang dihasilkan oleh petani nantinya berkulitas dan bersaing, yang akan berdampak pada kesejahteraan petani.

Dengan meningkatnya harga jual lada putih tentu saja kesejahteraan petani lada putih meningkat dan gairah untuk kembali berkebun lada putih akan semakin antusias.

Dirinya juga menuturkan bahwa metode pelaksanaan kegiatan dilaksanakan dengan metode swakelola, adapun cara pelaksanaannya dilakukan yakni survey ketempat pelaksanaan kegiatan, rapat internal, kunsultasi dan kordinasi dan baru dilakukan pelaksanaan kegiatan sosialisasi. (BBR/ADV)

Penulis: Mislam