Kendalikan Inflasi Pangan, BI Babel Gelar Bimtek Budidaya Cabai

Irwan
Kendalikan Inflasi Pangan, BI Babel Gelar Bimtek Budidaya Cabai

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID – Dalam rangka Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Bangka Belitung menggelar bimbingan teknis budidaya cabai kepada KWT, PKK, dan pondok pesantren, Jumat (23/9/2022).

Ekonom Bank Indonesia Bangka Belitung Hastomo Ardy mengatakan, untuk menekan inflasi pada komoditas cabai merah maka Bank Indonesia mendukung program gerakan tanam (Gertam) cabai yang dilakukan secara nasional.

Di Bangka Belitung, Gertam Cabai dilakukan pada 2 Kelompok Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dan 4 Kelompok Kelompok Wanita Tani (KWT) Kota Pangkalpinang, 5 Pondok Pesantren di Bangka Belitung, Lahan Cabai di Kabupaten Bangka, dan Kelompok Tani di Kabupaten Bangka Tengah dengan total 77.000 benih cabai.

“Harapannya, dengan adanya Gerakan Tanam Cabai ini dapat meningkatkan pasokan cabai serta mendukung terkendalinya ekspektasi terhadap kenaikan harga cabai di Kepulauan Bangka Belitung,” ujar Hastomo Ardy.

Untuk meningkatkan kompetensi para kelompok penerima bantuan budidaya cabai serta untuk memitigasi kendala pada implementasi program tersebut, digelar bimbingan teknis budidaya cabai, yang juga merupakan agenda tahunan dan terakhir diadakan pada Juni 2021 bersama dengan Dinas Pertanian dan Pangan Kota Pangkalpinang.

“Pada bimbingan teknis budidaya cabai ini, akan dijelaskan mengenai budidaya cabai dengan pupuk organik yang memiliki beberapa keunggulan yaitu dapat menekan biaya produksi yang sangat rendah bagi petani/masyarakat, hasil pertanian yang ramah lingkungan dan aman untuk konsumsi masyarakat, menjaga kelestarian alam dengan mengurangi bahan kimia untuk pertanian yang berkelanjutan, dan efisiensi waktu karena proses fermentasi yang sangat singkat dibandingkan dengan decomposer lain pada umumnya, dengan hasil yang optimal,” terangnya.

Pelaksanaan acara ini diharapkan menjadi momentum dalam bersinergi menjaga ketahanan pasokan secara berkesinambungan, meningkatkan produksi dan produktivitas komoditas ketahanan pangan. (BBR)
 
Laporan: Irwan