Kepala Desa Munggu Perjuangkan Infrastruktur Jalan dan Status Lahan

Irwan
Kepala Desa Munggu Perjuangkan Infrastruktur Jalan dan Status Lahan
Kepala Desa Munggu, Tamrin Aziz menyerahkan sertifikat tanah kepada warga

SUNGAISELAN, BABELREVIEW.CO.ID – Masyarakat Desa Munggu, Kecamatan Sungaiselan, Bangka Tengah, banyak menaruh harapan kepada Kepala Desa untuk membangun dan mensejahterakan desa. Sejak Desa Munggu akan berdiri, Tamrin Aziz memiliki peran besar terhadap proses pembangunan desa.

Dimulai tahun 2000 saat Munggu menjadi desa persiapan, Tamrin Aziz dipercaya menjabat sebagai sekertaris desa hingga menjadi desa definitif pada 2003. Saat itu, Tamrin Aziz sempat ingin berhenti menjadi perangkat desa karena ingin fokus kepada keluarga.

Namun atas dorongan dari para tokoh masyarakat, maka Tamrin mencalonkan diri menjadi kades hingga dilantik menjadi kades pertama periode 2003-2008. Selesai masa jabatan periode pertama, Tamrin Aziz memutuskan pindah ke Simpang Katis dan fokus dengan keluarga.

“Pada 2013-2014 ada gejolak di masyarakat persoalan hutan tanaman industri, bahkan hampir berkelahi antar warga. Lalu beberapa tokoh masyarakat datang ke rumah tiga kali di Simpang Katis agar saya mencalonkan Kembali menjadi kades,” ujar Tamrin kepada Babel Review.

“Sampai tokoh desa Haji Sahrun bilang ke saya bahwa kami membangun Munggu dari hutan belantara sekarang sudah menjadi desa masa kalian yang sekolah tidak mau membangun Munggu, dari situ saya akhirnya termotivasi mencalonkan diri. Jadi siapa yang bisa membangun desa kalau bukan kita,” lanjutnya.

Tamrin Aziz akhirnya dipercaya oleh masyarakat untuk menjadi kades periode 2016-2022. Saat menjadi Kepala desa ada tiga pekerjaan rumah yang dapat dibereskan oleh Tamrin Aziz, pertama jalan di Dusun Sinar Jaya yang diperjuangkannya ke bupati hingga terealisasi diaspal. Kedua jalan utama desa rusak parah, diperjuangkannya hingga ke gubernur.

Karena jalan kabupaten maka gubernur mengarahkan ke bupati untuk menggunakan dana bantuan provinsi memperbaiki jalan utama. Ketiga Tamrin Aziz memperjuangkan status lahan desa yang didominasi berstatus hutan produksi.

Dengan perjuangan Kades dibantu aparatur desa lainnya, akhirnya banyak lahan pemukiman, perkebunan, fasilitas umum, dan aset desa yang berubah status dan memiliki sertifikat.

“Lahan banyak yang statusnya hutan produksi, baik lahan perkebunan dan lahan pemukiman. Tetap kami ajukan lahan pemukiman yang masih hutan produksi, karena ada pemukiman baru yang belum dibebaskan status lahannya dan nanti kita akan ajukan sertifikat. Juga lahan perkebunan yang masih hutan produksi,” ujarnya.

Menurut Tamrin, dirinya menjadi kades sudah menjadi garis tangan yang tak bisa ditolak. Dirinya berharap segala yang terbaik untuk Desa Munggu. Terlebih masyarakat tetap bersatu, tidak terpecah belah oleh konflik, dan tetap memelihara tradisi gotong royong.

“Sebagaimana ramalan para tokoh dahulu bahwa Munggu ini bakal jadi kota kecil namun dalam tanda kutip, maksudnya menjadi kota kecil tapi hal-hal mistis itu tetap ada,” ujarnya. (BBR)

 

Laporan: Irwan