Keren, Tas Daun Pandan Asal Sungai Selan Ini Bakal Mendunia

kasmirudin
Keren, Tas Daun Pandan Asal Sungai Selan Ini Bakal Mendunia
TAS DAUN PANDAN -- Prof Dr Ir Agus Hartoko MSc , Ketua Dewan Ediror ICoMA (kanan), melihat contoh tas terbuat dari bahan daun pandan yang ditawarkan pengusaha IKM Sungaiselan Andi Pandauleng, di Ruang Senat UBB, Rabu (18/04/2018) petang. (Istimewa)

BANGKA, BABELREVIEW -- Andi Pandauleng, pengusaha Industri Kecil Menengah (IKM) Sungai Selan, menawarkan produksi tas bikinan IKM-nya yang terbuat dari Daun Pandan, Rabu (18/4/).

Ia sengaja membawa sejumlah tas aneka bentuk dan warna, untuk menjadi pertimbangan pihak panitia ICoMA. Andi berharap tas terbuat dari daun pandan yang tumbuh di Bangka Belitung ini bisa menjadi tas resmi Konferensi Internasional pertama tentang Maritim dan Kepulauan (The 1st International Conference on Maritime and Archipelago (ICoMA), yang akan digelar di Soll Marina, Bangka Tengah, 13-15 September 2018 mendatang.

Andi Pandauleng mengemukakan, pihaknya sudah biasa membuat tas berbahan daun pandan untuk keperluan beberapa pertemuan besar di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

“Minggu ini produk tas buatan kami ini pun akan ikut pameran di Jakarta Convention Center,” ujar Andi yang juga guru Madrasah Tsanawiyah Sungai Selan.

Sementara itu Wakil Rektor II UBB Prof Agus Hartoko, menjelaskan kepada Andi ukuran ideal tas ICoMA. Yaitu ukuran lebar, panjang dan tebal tas masing-masing 29 cm, 44 cm dan 10 cm.

“Di bagian depan tas ICoMA nanti dipasang logo seminar dan pihak sponsor,” ujar Agus Hartoko, sambil menunjukkan contoh tas salah satu pertemuan internasional yang pernah ia ikuti.

Andi dalam kesempatan terpisah menceritakan awal usahanya dibangun. Yakni ketika Melati Erzaldi, isteri Bupati Bangka Tengah (ketika itu) selaku Ketua PKK terjun ke desa-desa untuk meningkatkan keterampilan dan membuka peluang usaha ibu-ibu di desa.

“Waktu itu Bu Melati membawa pelatih dari Jawa. Pelatih mengajari kami cara membuat tas dari bahan alami, yaitu daun pandan. Kebetulan daun pandan itu banyak tumbuh di sekitar desa kami di Sungaiselan,” terang Andi.

Tak sampai di situ saja. Ketua PKK Bangka Tengah saat itu Melati pun memberikan mesin jahit tas dan alat-alat pendukung lainnya. Walhasil ibu-ibu di pedesaan Sungaiselan mampu memproduksi aneka bentuk tas, lalu mendirikan Industri Kecil dan Menengah (IKM).

“Kalau dulu ibu-ibu biasa membuat tikar, kini sudah pandai membuat tas terbuat dari daun pandan. Untuk menganyam daun pandan menjadi bahan tas, saat ini IKM kami punya 10 anggota. Semuanya ibu-ibu Desa Sungai Selan,” ujar Andi.

IKM milik Andi Pandauleng dirikan tahun 2016. Namun dalam dua tahun ini pesanan membuat tas meningkat sehingga mereka sangat serius membuat tas berbahan alami tersebut.

“Semua ini berkat dorongan dan dukungan dari Ibu Melati. Beliau itu benar-benar turun ke desa-desa untuk meningkatkan keterampilan wanita di pedesaan,” ujar Andi. (BBR)


Penulis :Kusuma
Editor   :Kasmir
Sumber :Babelreview