Keripik Singkong Cap Pohon Ketela Produksi Hingga 30kg Per Hari

Admin
Keripik Singkong Cap Pohon Ketela Produksi Hingga 30kg Per Hari
Foto:Pras

BANGKA, BABEL REVIEW – Usaha rumahan pembuatan keripik singkong Cap Pohon Ketela semakin berkembang dengan meningkatnya permintaan baik di Bangka maupun luar Bangka. Usaha yang menempati lokasi di Jalan Lombok No 36 Airruay, Pemali ini telah eksis selama tiga tahun dengan menyediakan keripik singkong ukuran kemasan    500 gram dan satu kilogram seharga hingga Rp 60.000/kg Makanan cemilan berbahan singkong ini juga disediakan dalam bentuk tela-tela dengan varian rasa barbeque, rumput laut,  jagung bakar, jagung manis, balado, dan keju.   

Rasanya yang gurih dan sangat pas di lidah menjadikan keripik dan tela-tela ini sangat digemari masyarakat sebagai  salah satu makanan ringan yang favorit diantara makanan ringan lainnya. “Dari pilihan rasa keripik singkong ini rasa jagung manis dan jagung bakar paling banyak digemari dengan penjualan yang cukup lumayan,” ungkap Nursefrita, owner Keripik Singkong Cap Pohon Ketela kepada Babel Review. 

Ia mengungkapkan, usahanya tersebut berproduksi setiap hari dengan bantuan tenaga kerja dari keluarga sendiri dan warga sekitarnya. Produk snack ini dipasarkan baik ke toko- toko, warung kopi, warung makan, dan kafe. Keripik singkong buatan Nursefrita ini diproduksi tanpa bahan pengawet sehingga lebih sehat untuk dinikmati.

“Kami juga menyediakan kemasan dengan harga Rp 1.000 yang kami edarkan ke toko- toko dan kafe sehingga konsumen dari berbagai kalangan dan usia bisa mendapatkannya karena lebih ekonomis,” ungkapnya. Untuk desain kemasan, Nursefrita mengaku mendapat pelatihan UMKM dari  instansi terkait baik kabupaten maupun provinsi  sehingga menambah wawasannya dalam pembuatan produk maupun tampilan kemasan.

Tidak itu saja, ia juga mendapat pelatihan bagaimana cara memasarkan produk camilan ini agar bisa diterima pasar lebih luas.  Dalam sehari Keripik Singkong Cap Pohon Ketela mampu mengolah sekitar 30 kilogram singkong. Hal ini diharapkan dapat membantu menyerap produksi petani singkong. Untuk bahan baku Nursefrita mengaku tidak kesulitan karena ada pemasok yang mengantarkan singkong mentah ke tempat produksinya. (BBR)

Selanjutnya


Penulis :Pras
Editor   :Sanjay
Sumber :Babelreview