Kesadaran Hukum Lalu Lintas Masyarakat Desa Deniang

Ahada
Kesadaran Hukum Lalu Lintas Masyarakat Desa Deniang
Mayda Violine Hazz, Mahasiswa KKN Tematik UBB XV Tahun 2020)

Kesadaran Hukum Lalu Lintas Masyarakat Desa Deniang

Oleh: Mayda Violine Hazz

Mahasiswa KKN Tematik UBB XV Tahun 2020)

 

DESA Deniang, Kecamatan Riau Silip, Kabupaten Bangka, merupakan salah satu desa yang berada di Provinsi Kepulauang Bangka Belitung. Tempat dilaksanakannya  Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mahasiswa Universitas Bangka Belitung (UBB) di Desa Deniang, Kabupaten Bangka  berlangsung selama 36 hari terhitung  mulai dari tanggal 15 juli 2020 sampai dengan 19 Agustus 2020 dengan bertemakan “Berkreasi dari Rumah untuk Pencegahan dan Edukasi COVID-19”. 

Pelaksanaan KKN Tematik UBB XV Desa Deniang tahun 2020, Kabupaten Bangka memiliki program kerja baik secara daring atau online yaitu pelaksanaan webinar nasional  dan video pembelajaran bersama masyarakat Desa Deniang dan secara luring (offline) atau lapangan seperti di bidang Spiritual, Hidroponik, Sosial, Lingkungan, Ekonomi Kreatif, UMKM, dan dunia Pendidikan.

Melalui program kerja tersebut, mahasiswa diharapkan tetap mampu memberikan kinerja program terbaik di tengah wabah pandemi Covid-19.

Adanya Program kerja mahasiswa KKN Desa Deniang tahun 2020 di bidang pendidikan yang bekerja sama dengan Sekolah Paket A,B,C  yang bertempatkan di Kantor Desa Deniang.

Salah satu Mahasiswa KKN Desa Deniang mengangkat pembahasan mengenai hukum dan lalu lintas di tengah pandemi Covid-19 dan disambut hangat dan antusias oleh masyarakat Desa Deniang.

Dalam hal lalu lintas itu sendiri telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Mengenai aturan-aturan yang berisikan hal-hal yang harus dipatuhi dengan melengkapi  STNK, SIM, atau onderdil kendaraan yang tidak lengkap. 

Pembahasan materi mengenai bagaimana cara ketika kita melanggar lalu lintas tidak harus melalui pengadilan dan membedakan  slip biru dan slip merah ketika melanggar lalu lintas.

Saat penilangan, pelanggar dapat memilih untuk menerima kesalahan dan memilih untuk menerima slip biru, kemudian membayar denda di BRI tempat kejadian dan mengambil dokumen yang ditahan di Polsek tempat kejadian, atau menolak kesalahan yang didakwakan dan meminta sidang pengadilan serta menerima slip merah.(Sumber: TRIBUNNEWS.COM).

Antusias dari masyarakat Desa Deniang cukup besar dan banyaknya pengetahuan lainnya di bidang hukum yang juga telah diketahui oleh beberapa warga masyaratkat desa hingga aparatur perangkat desa yang juga turut ikut dalam pertemuan sekolah paket bahwa masyarakat desa deniang memiliki tingkat kesadaran hukum dan kemauan yang cukup tinggi dan juga berbagi ilmu terhadap sesama baik dari mahasiswa KKN Desa Deniang Tahun 2020, perangkat pemerintah desa, dan masyarakat sekolah paket di Desa Deniang, Kabupaten Bangka.

Bisa kita lihat bahwa pengetahuan kesadaran hukum lalulintas sangatlah penting dikarenakan lalu lintas ialah suatu perpindahan oleh orang atau barang yang menggunakan kendaraan beroda sering dilakukan untuk mempermudah kegiatan sehari-hari, atau bisa juga karena imbauan ataupun edukasi terhadap pentingnya menaati aturan lalu lintas juga salah satu bentuk langkah perlindungan diri dari setiap kecelakaan yang terjadi di jalan seperti penggunaan helm dan jaket yang lengkap dalam mengendarai kendaraan bermotor.

Dengan adanya penegakan hukum lalu lintas, negara mengharapkan timbulnya kesadaran dan kesukarelaan dari para pengguna kendaraan atau masyarakat yang patuh, serta bagi mereka yang tidak patuh, mereka dikenakan sanksi sesuai dengan kadar ketidak patuhannya.

Penegakkan hukum ini akan lebih efektif apabila pengawasannya tidak hanya dilakukan oleh aparatur kepolisian saja, tetapi juga pengawasan bersama dari masyarakat.

Pengawasan bersama ini dapat dilakukan dengan cara saling mengingatkan akan kewajiban yang harus dimiliki dalam berkendara dari masing-masing individu di masyarakat. (BBR)