Ketua LP5 Babel Minta Masyarakat Hilangkan Paradigma Sekolah Favorit

Kasmirudin
Ketua LP5 Babel Minta Masyarakat Hilangkan Paradigma Sekolah Favorit
Pemerhati kebijakan publik sekaligus Ketua Lembaga Partisipasi Pengawas dan Pemerhati Pelayanan Publik Bangka Belitung (LP5 Babel), Jumli Jamaluddin saat berkunjung ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Pangkalpinang, Senin (21/6/2021). (ist)

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID -- Pemerhati kebijakan publik sekaligus Ketua Lembaga Partisipasi Pengawas dan Pemerhati Pelayanan Publik Bangka Belitung (LP5 Babel), Jumli Jamaluddin mengatakan, masyarakat harus menghilangkan paradigma sekolah favorit atau sekolah unggulan. Mengingat saat ini sudah tidak ada lagi sekolah favorit atau unggulan tersebut.

Hal ini disampaikan Jumli jamaluddin saat berkunjung ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Pangkalpinang, Senin (21/6/2021).

“Sebab itu semua sekolah memiliki fasilitas dan kualitas atau mutu pendidikan yang  sama. Jadi semua sekolah menjadi perhatian sama dan diperlakukan sama serta tidak ada pembedaan oleh pemerintah,” kata Jumli.

Kunjungan mantan Kepala Ombudsman RI Bangka Belitung ini diterima langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Pangkalpinang, Eddy Supriadi beserta staf dan jajaran di Dindikbud Kota Pangkalpinang di ruang kerjanya.

Kunjungan pemerhati publik ini selain mengetahui secara langsung informasi terkait PPDB khususnya di Kota Pangkalpinang dan juga sharing pendapat terkait PPDB dan pendidikan.

Memang secara umum khususnya di Kota Pangkalpinang terkait PPDB yang diketahui oleh pemerhati publik ini tidak ada permasalahan yang mencolok atau signifikan, bahkan bisa diatasi secara baik dan komprehensif oleh pihak Dindikbud Pangkalpinang.

“Sejauh ini juga belum ada hal-hal laporan masyarakat yang diterima oleh LP5 Babel terkait Dindikbud Pangkalpinang maupun sekolah-sekolah di Pangkalpinang termasuk terkait PPDB saat ini,” kata Jumli.

Paradigma tersebut masih dapat dilihat dari Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2021 saat ini. Padahal sebetulnya di Bangka Belitung termasuk di Pangkalpinang istilah untuk sekolah favorit atau unggulan bagi sekolah negeri sudah dihapus pemerintah melalaui sistim PPDB sesuai Permendikbud.

Pengaturan sistem PPDB sesuai Permendikbud tersebut merupakan pemerataan mutu pendidikan adalah sama di semua sekolah, dan sebagai solusi agar tidak hanya terpusat pada suatu sekolah tertentu saja.

Berdasarkan paparan Kepala Dindikbud  Kota Pangkalpinang, Eddy Supriyadi kepada Jumli, khususnya untuk di wilayah Kota Pangkalpinang pihak Dindikbud Kota Pangkalpinang sudah siap untuk menampung dengan penyebaran ke berbagai sekolah sesuai kemampuan daya tampung sekolah baik sekolah negeri maupun sekolah swasta di Kota Pangkalpinang.

Sebab itu masyarakat atau orangtua maupun anak-anak calon peserta didik diharapkan tidak memaksakan diri untuk bersekolah tertumpu hanya pada sekolah tertentu saja.

“Dindikbud Kota Pangkalpinang telah memiliki solusi untuk penyebaran di berbagai sekolah di Pangkalpinang dan sejauh ini belum ada kendala signifikan terkait hal tersebut. Sehingga tidak ada anak yang tidak bersekolah di Kota Pangkalpinang. Bahkan pihak Pemerintah Kota Pangkalpinang melalui Dindikbud akan berencana membangun sekolah baru terutama tingkat SMP sebagai solusi untuk mengantisipasi, agar tidak ada anak yang tidak bersekolah. Apalagi untuk tahun ini saja ada 4.400 calon peserta didik baru yang akan melanjutkan ke SMP atau sederajat di Kota Pangkalpinang,” kata Eddy.

Upaya dan solusi kebijakan serta inovasi maupun komitmen yang dilakukan oleh Kepala Dindikbud Kota Pangkalpinang bersama jajarannya ini patut diapresiasi dalam hal pemecahan solusi pendidikan dan pemerataan pendidikan di Kota Pangkalpinang. (BBR)


Penulis : Rilis

Editor   : Kasmir