Ketua PMI Basel Sumbang Darah untuk Pasien Habis Melahirkan

kasmirudin
Ketua PMI Basel Sumbang Darah untuk Pasien Habis Melahirkan
Ketua PMI Basel menyumbangkan darahnya melalui UTDRS Basel.(Foto: PMI Basel).

TOBOALI, BABELREVIEW.CO.ID – Pelaksanaan ibadah Puasa Ramadan 1441 H, tak mengendorkan semangat Ketua Palang Merah Indonesia Kabupaten Bangka Selatan (Basel), M.M. Iskandar untuk menyumbangkan darah ke UTDRS Basel.

Donor darah itu, dilakukan Ketua PMI Basel lantaran adanya permintaan mendesak terhadap darah dengan golongan darah A dari pasien yang habis melahirkan.

“Ada pasien butuh darah A sebanyak 2 kantong, setelah persalinan. Pada saat saya hubungi melalui telepon pendonor aktif yang telah terdata di PMI Basel, mereka baru siap pada malam hari, para pendonor aktif ini sedang menjalankan ibadah puasa. Mengingat pasien tersebut membutuhkan darah segera, dan kebetulan saya memang sudah waktunya untuk donor, dan golongan darah saya A, akhirnya sayalah yang harus mencover kebutuhan darah tersebut,” ujar Iskandar, Kamis (7/5/2020).

Iskandar mengucap syukur, karena dengan sumbangan darah sebanyak 2 kantong yang ia berikan kepada pasien yang melahirkan itu bisa terselamatkan.

Atas kasus yang baru ia alami itu, walaupun dalam kondisi puasa, dan di tengah pandemi Covid-19, Iskandar mengimbau masyarakat pendonor untuk tidak takut mendonorkan darahnya untuk membantu masyarakat yang sedang membutuhkan darah segera.

“Untuk memenuhi darah ini, kita tidak bisa menunggu lama. jika kita ingin menyelamatkan pasien, harus secepatnya,” kata Iskandar.

Menurut Iskandar, kebutuhan darah di Basel cukup tinggi. Hampir setiap hari, kata dia, masyarakat selalu menghubungi PMI Basel baik lewat WA, update status dan ada yang langsung ke kantor PMI Basel bahkan sampai datang langsung ke rumah Pengurus PMI Basel.

“Kami dari PMI Basel, terus melakukan sosialisasi ajakan kepada masyarakat untuk tidak takut mendonorkan darahnya dalam upaya membantu memenuhi kebutuhan darah masyarakat, melalui berbagai media, di antaranya video, spanduk,” terangnya.

Iskandar mengakui, semasa Covid-19 ini, banyak jadwal donor darah yang dibatalkan kerja sama dengan sejumlah komunitas atau instansi. (BBR)


Penulis : Rilis

Editor   :

Sumber : PMI Babel