Ketua TP PKK Melati Erzaldi: Wanita Bisa Bangkitkan Negara

Kasmirudin
Ketua TP PKK Melati Erzaldi: Wanita Bisa Bangkitkan Negara
Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Melati Erzaldi saat menghadiri Seminar Wanita di Gedung Mahligai, Rumah Dinas Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Sabtu (19/12/2020). (Foto: Iyas Zi)

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID -- Wanita seharusnya diposisikan sebagai mitra dan diberikan ruang untuk mengembangkan diri yang bukan hanya di rumah, tetapi ikut berperan dalam pengembangan daerah. Hal ini dimulai dari keluarga sendiri dan yang paling sederhana adalah berperan untuk menjadi pendidik guna mencetak generasi gemilang bangsa.

Hal ini disampaikan Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Melati Erzaldi dalam acara Seminar Wanita dengan tema ‘Balance for Better’ yang artinya kesetaraan untuk lebih baik di Gedung Mahligai, Rumah Dinas Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Sabtu (19/12/2020).

Sesuai dengan tema ‘Balance for Better’, Ketua TP PKK Melati Erzaldi menjelaskan, bahwa antara pria dan wanita harus memiliki peran yang sama. Peran ini bisa diimplementasikan dari lingkup keluarga, karena negara ini pun terbentuk dari jutaan keluarga.

“Harapan saya seminar ini jangan hanya menjadi acara seremonial, tapi acara ini harus bisa membuka cara pikir kita, cara pandang serta membuka wawasan kita terhadap kaum wanita bahwa wanita punya peran yang sama untuk membangun negeri, tanpa perempuan pembangunan tidak akan berarti apa-apa,” ungkapnya.

Dalam merayakan Hari Ibu yang jatuh pada tanggal 22 Desember, Ketua TP PKK Melati Erzaldi selalu mengawali dengan membaca sejarah dari peringatan yang telah dideklarasikan oleh Soekarno melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 316 Tahun 1959, karena masih banyak yang belum memahami sejarah perayaan ini.

“Jadi banyak dari kita yang masih mispersepsi dari tujuan peringatan Hari Ibu, rata-rata mereka memperingati Hari Ibu karena peran dan jasa ibu merawat anaknya di rumah, padahal ada peran wanita yang lebih besar dari sekadar menjadi ibu. Hari Ibu ini dideklarasikan oleh Soekarno sebagai peringatan kongres perempuan Indonesia tahun 1928 yang ikut berperan penting berjuang memerdekakan Indonesia,” katanya.

Dalam kongres ini melahirkan pahlawan-pahlawan wanita Indonesia yang duduk dan berkumpul untuk bertukar pikiran. Peringatan 22 Desember seharusnya dijadikan pengingat untuk merayakan semangat para wanita berperan dalam memperjuangkan negara bersama-sama pria yang ikut dalam membangun negeri.

“Sekarang tugas kita untuk melanjutkan perjuangan para wanita Indonesia, mengisi kemerdekaan untuk menciptakan kesejahteraan,” ujar Melati.

Ketika pandemi ini terjadi, banyak yang terkena dampak baik dari segi ekonomi maupun kehidupan sosial dan yang perlu diketahui bersama bahwa UMKM merupakan kontributor utama yang menyelamatkan ekonomi dari dampak pandemi ini. Sebagian besar pelaku UMKM adalah wanita.

“Tekankan dalam diri kita bahwa kita ingin punya dampak bagi diri kita, mau punya pengaruh bagi daerah kita. Buka kesempatan itu, wanita harus bisa mengaktualisasikan dirinya,” pungkasnya. (BBR)


Penulis : Natasya (Diskominfo Babel)

Editor   : Kasmir