Kisah Sopir Travel Muntok yang Dikarantina dengan Status OTG, Sampai Saat Ini Belum Tersentuh Bantuan dari Pemerintah Daerah

buditio
Kisah Sopir Travel Muntok yang Dikarantina dengan Status OTG, Sampai Saat Ini Belum Tersentuh Bantuan dari Pemerintah Daerah
Machdi, sopir travel muntok dengan status OTG di Wisma Karantina Bangka Barat. (buditio)

MUNTOK, BABELREVIEW.CO.ID – Merebaknya pandemi virus corona membuat usaha transportasi di Muntok turut terimbas. Mobil travel yang biasanya melayani penumpang di pelabuhan Tanjung Kalian saat ini menjadi lumpuh. Sopir travel pun terimbas secara langsung karena tidak ada lagi penumpang yang turun di sana.

Derita sopir travel pun tidak sampai di situ. Salah seorang sopir travel, Machdi, warga Muntok, Kabupaten Bangka Barat, harus menjalani karantina di Wisma karantina Bangka Barat dengan status OTG karena membawa penumpang yang dicurigai terjangkit covid-19.

Kepada BBR, Machdi menceritakan bahwa ini semua terjadi saat menjemput dua penumpang dari kapal ferry tujuan Tanjung Api-Api – Tanjung Kalian dan membuat ia berstatus sebagai OTG sehingga akhirnya ia dikarantina.

“Dalam kondisi penumpang travel yang sepi, saya menerima telepon untuk menjemput dua orang penumpang di Pelabuhan Tanjung Kalian dengan tujuan Pangkalpinang. Tentu saya gembira karena mendapatkan penumpang untuk saya antarkan ke Pangkalpinang. Tetapi apa mau dikata, ternyata kedua orang tersebut memiliki riwayat perjalanan dari Maroko, Malaysia, Jakarta, dan akhirnya menyeberang ke Muntok melalui Pelabuhan Tanjung Kalian.”ujarnya.

Machdi melanjutkan, bahwa saat kedua orang tersebut diperiksa di Pelabuhan Tanjung Kalian, mereka diarahkan menuju ke Puskesmas Muntok untuk pemeriksaan lebih lanjut. Yang ia sesalkan, kenapa ia yang harus membawa kedua orang tersebut, terlebih lagi setelah hasil rapid tes kedua orang tersebut reaktif, dan kembali ia yang mengantarkan kedua orang ke wisma karantina Bangka Barat.

“Saya yang tidak mengerti masalah tersebut sangat menyesalkan kenapa saya yang diminta mengantarkan mereka. Saat ini saya yang kena imbasnya, karena malam harinya kedua orang tersebut dijemput oleh ambulance untuk dibawa ke karantina Provinsi dan saya diminta untuk tetap tinggal di wisma karantina Bangka Barat serta menyandang status OTG”sesalnya.

Dihubungi melalui sambungan telepon Sabtu, 02/04/2020, Machdi menyampaikan selama 4 malam ia dikarantina, fasilitas yang ada cukup lengkap. Ia menempati satu kamar dengan pendingin ruangan, dan juga ada fasilitas internet (wifi) secara cuma-cuma, begitu juga dengan makanan.

“Hiburan untuk mengusir kejenuhan hanya perangkat telepon pintar, karena ada internet secara cuma-cuma, makan pun cukup tersedia. Tetapi setiap kali saya makan, saya ingat keluarga saya. Saya bisa makan, tetapi bagaimana dengan keluarga saya, karena sampai saat ini saya tidak dapat mencari nafkah dan belum ada bantuan sedikitpun kepada keluarga saya”sampainya.

Machdi juga sangat berharap status sebagai OTG segera berakhir karena ia harus mencari nafkah untuk keluarganya.

Dihubungi melalui sambungan telepon, Sabtu malam, 02/04/2020, Sekretaris Gugus Tugas Covid-19 Bangka Barat, Sidharta, membenarkan bahwa ada satu sopir travel yang harus dikarantina di Wisma Karantina Bangka Barat karena berstatus OTG. Terkait dengan bantuan kapada keluarga yang bersangkutan Sidharta mengakui bahwa memang belum ada dan sesegera mungkin akan menyalurkannya.

“Sebetulnya yang bersangkutan sudah kami masukkan kedalam daftar penerima bantuan yang terdampak covid-19, dan segera akan diberikan bantuan. Tetapi jika melihat kondisi seperti ini karena masih OTG kami akan sesegara mungkin memberikan bantuan berupa sembako kepada keluarga yang bersangkutan”jelasnya.

Terkait dengan status OTG, Sidharta juga menjanjikan akan segera melakukan tes swab untuk memastikan apakah sopir travel tersebut terjangkit covid-19.

“Mudah-mudahan hari Minggu atau Senin kami akan melakukan tes swab agar status sopir tersebut dapat kita ketahui dan jika hasilnya negatif ia dapat segera bekerja”tutup Sidharta. (BBR)


Penulis   : buditio

Editor     : Admin05

Sumber  : Babel Review