Kisah Sukses Peternak Sapi, Berawal dari Jarang Makan Daging

Kasmirudin
Kisah Sukses Peternak Sapi, Berawal dari Jarang Makan Daging
Eet, seorang peternak sapi yang sukses beternak sapi dengan modal nekat. (Foto: Ibnu Wasisto)

MERASAKAN kehidupan yang sulit dan jarang makan daging sapi pada masa kecil, menjadi gambaran hidup seorang Hetaria atau yang akrab disapa Eet untuk mengubah jalan hidupnya.

Berkat ketekunannya, saat ini kehidupan Eet (49) sudah berubah dan menjadi seorang pengusaha sapi yang sukses. Ditemui Babel Review di lokasi kandang sapinya yang beralamat di Kecamatan Pemali, Kabupaten Bangka, Sabtu (23/1/2021) Eet menceritakan jika usaha ternak sapinya dimulai dengan modal kenekatan saja.

Orang pasti berpikir bahwa dirinya memiliki modal besar saat merintis usaha ternak sapi tersebut. Ia memutuskan memulai usaha ternak sapi, karena melihat ada peluang yang cukup besar jika dijalankan secara serius.

Usaha yang dirintisnya dengan susah payah sejak 2017 silam itu, sekarang telah membuahkan hasilnya. Usaha yang ditekuninya itu kini mewujudkan impian Eet untuk memiliki usaha peternakan sapi sendiri.

Hebatnya, meskipun dirinya tidak memiliki pengetahuan tentang budi daya sapi tetapi ia tetap menjalani bisnis dengan segala kemampuan yang ada.

“Awal mula merintis usaha ini banyak suka dukanya, waktu pertama kali saya harus mencari rumput ke sana kemari pakai pakai motor tua. Itupun susah sekali, karena harus keliling kemana saja. Belum kalau nanti ada kendala lainnya," cerita ayah dari 3 orang anak ini.

Eet menceritakan, untuk mengembangkan usahanya itu dilakukannya secara mandiri dan dalam mengembangkannya harus bertanya ke beberapa orang. Bukan apa-apa, hal itu dilakukannya demi usaha dapat berhasil dan menjadi peternak sapi yang sukses.

Awal mulanya Eet mencoba memelihara 4 ekor sapi dengan modal yang diambil dari uang tabungannya. Saat ini selain menjalani profesi sebagai peternak sapi yang sukses, dirinya juga masih bekerja di perusahaan tambang swasta yang ada di Kabupaten Bangka.

Kini selain fokus memelihara dan merawat sapinya agar tetap sehat dan bebas dari penyakit, ia akan terus mengembangkan usahanya di lahan seluas 5 hektare agar kedepannya bisa lebih besar lagi dan dapat membantu pemerintah dalam memenuhi kebutuhan daging sapi di masyarakat.

“Alhamdulillah, sekarang sudah ada sapi jenis Limousin sebanyak 10 ekor, Berangis 2 ekor, Bali 2 ekor, Madura 3 ekor dan jenis PO 1 ekor. Saya setiap tahunnya sudah menyuplai ke beberapa tempat untuk kebutuhan perayaan hari raya kurban, tetapi yang pesan baru sebatas wilayah Kabupaten Bangka saja. Tapi lumayan, dari tahun kedua penghasilan saya rata-rata bisa mencapai 300 jutaan rupiah setiap tahun,” tutupnya. (BBR)


Penulis : Ibnu Wasisto

Editor   : Kasmir