Klinik Kemasan Bantu Produk IKM

Admin
Klinik Kemasan Bantu Produk IKM
Foto : Diko

Prov.Babel,BABELREVIEW - Klinik kemasan merupakan sebuah klinik bagian dari  program kerja  Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel). Klinik ini berupaya untuk meningkatkan  kualitas kemasan produk Industri Kecil Menengah (IKM) di Provinsi Babel, agar mampu bersaing di pasar global dan  untuk bisa menembus pasar ekspor dunia.

Ketua Tim Klinik Kemasan IKM, Yulizar mengatakan, standar kualitas kemasan dan  labeling sangat penting. Terlebih  sebagai sarana promosi serta informasi dari produk  tersebut. Tujuannya agar produk dari IKM layak untuk dijual di pasar ekspor. "Salah satu upaya dari klinik kemasan ini memberikan update tiap tahun dalam produk kemasan, agar selalu mengikuti trend atau yang kekinian. Sehingga produk kemasan terlihat semakin  menarik," kata Yulizar, yang juga tenaga ahli desain kemasan ini. Ia mencontohkan, kalau dulu masih pakai plastik berlabel.

Kedepannya nanti ingin memberikan solusi yang bagus, agar dilirik oleh pasar ekspor. Misalnya, produk menggunakan bahan dari paper metal baik seperti ciki-ciki, citato dan desain kotak lainnya. Yulizar menilai, progres dan antusias dari para pelaku IKM yang semakin baik. Hal itu pula terlihat pada data awal tahun 2018 ini, klinik kemasan telah mendesain kurang lebih 250 produk kemasan.

Dimana,  data itu mengalami kenaikan yang signifikan dibandingkan 2017 selama setahun hanya berkisar 300 produk. "Kami diberi target 50 sampai 100 produk IKM yang didesain. Malahan kami melebihi target, untuk tahun 2018 ini. Kami mendapatkan hasil desain 250 lebih dan data ini belum sampai pada akhir tahun.

Intinya, kami sangat ingin membantu sekali untuk para pelaku IKM yang baru berdiri maupun yang ingin memperbaiki desainnya agar lebih baik," ucapnya. Menurut Yulizar, yang menjadi kendala para pelaku IKM yaitu belum ada persiapan untuk modal promosi. Meskipun, dengan bagusnya desain kemasan tentu berdampak pada promosi produk tersebut.

Tetapi Konsekuensinya para IKM memerlukan biaya promosi. "Selain belum siap mengeluarkan biaya, mereka juga merasakan keberatan dengan harga yang agak tinggi. Kendala lainnya pula, masalah kadaluarsa produk. Ketika membuat kolom kadaluarsa,  mereka lupa mencontreng kadaluarsa produk. Memang ini hal sepeleh, namun ini menyangkut keamanan konsumen yang mengonsumsinya," tutur Yulizar.

Kendala lainnya tambah Yulizar, masih ketergantungannya para IKM terhadap pemerintah dalam promosi produk. Belum lagi para IKM terkadang tingkat produksinya fluktuatif. "Terkadang Hari ini atau besok cuma satu desain dan mereka hanya berharap pada kegiatan tertentu. Mislnya, ketika ada pameran kunjungan saja.

Padahal kita mengharapkan produksinya secara kontinyu. Sehingga kita bisa memantau tahap perkembangannya," kata Yulizar. Menurut dia, kendala dari para IKM menjadi tantangan tersendiri bagi klinik kemasan, agar dapat mengatasi segala permasalahan yang kerap kali dihadapi para pelaku IKM. "Kami disini masih bersifat desain belum produksi.

Namun, juga memberikan informasi percetakan mana yang murah untuk mereka cetak. Inilah, menjadi satu kendala dan tantangan  kami, bagaimana caranya tahun depan ada rumah produksi di klinik kemasan. Terlebih daerah lain sudah jalan.

Namun, Pak Gubernur sendiri sudah menginginkan itu, Insya Allah tahun depan," harapnya. Klinik kemasan berdiri sejak tahun 2013, memiliki dua orang tenaga ahli dan satu orang bagian administrasi. Sejak dari awal klinik kemasan memberikan pelayanan desain gratis, berkonsultasi masalah perizinan dan produk IKM yang terbuat dari bahan-bahan yang baik,  tanpa dipungut biaya alias gratis. "Secara teknisnya, para IKM dan UKM yang baru mendaftar membawa sampel produknya.

Sehingga kami tidak meniru produk lain. Untuk waktu mendesain sendiri memerlukan waktu satu sampai empat hari dan akan dikirimkan lewat email atau whatsapp," jelasnya. Untuk persyaratannya pun sangat mudah, salah satunya ialah ada sampel produk, izin PIRT dan sertifikasi halal dari LPPOM MUI. "Kalau mereka belum memiliki persyaratan semua itu, disini mereka dapat berkonsultasi bagaimana untuk bisa  mendapatkan sertifikasi halal dan izin dari PIRT," tambah Yulizar.

Klinik kemasan ini juga memberikan pelayanan ke seluruh para pelaku IKM di Provinsi Babel. Jadi, tak hanya di Bangka saja, tetapi juga di Belitung yang sudah  menyiapkan 15 sampai 20 produk yang akan didesain. “Disperindag Belitung yang memberikan list IKM, kita langsung berangkat dan biasanya langsung ke galeri IKM.

Bawa sampel produknya, tiga hari kita buat desain kemasannya. Lalu kita beri file ataupun laporan hasil teknisnya. Jika mereka punya rekanan cetak, kami memberikan soft copy setelah desainnya selesai. Tidak ada batasan untuk para pelaku IKM yang ingin mendesain produk kemasan mereka,"tutup Yulizar.(BBR)


Penulis :Diko
Editor   :Sanjay
Sumber :Babelreview