KNPI Bateng Siap Bantu Pemerintah Keluar dari Kesulitan Ekonomi Dampak Covid-19

kasmirudin
KNPI Bateng Siap Bantu Pemerintah Keluar dari Kesulitan Ekonomi Dampak Covid-19
Ketua KNPI Bangka Tengah, Sepriyadi. (Foto: Istimewa)

BANGKA TENGAH, BABELREVIEW.CO.ID -- Melemahnya kondisi perekonomian Bangka Belitung di tengah pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), mendapat perhatian dari Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Bangka Tengah.

Ketua KNPI Bangka Tengah, Sepriyadi mengatakan, KNPI sebagai organisasi kepemudaan siap membantu dan mendorong pemerintah untuk berbuat sesuatu, agar dapat menjaga keseimbangan ekonomi.

“Kita akan dorong pemerintah mengeluarkan kebijakan, agar perekonomian tidak semakin terpuruk. Sehingga geliat perekonomian masyarakat kembali bisa dipulihkan," kata Sepriyadi.

Dirinya memberikan dukungan penuh kepada pemerintah, terhadap berbagai program sosial pemerintah untuk memulihkan perekonomian, seperti bantuan langsung tunai (BLT) dan bantuan sosial tunai (BST), serta bantuan sembako.

"Program-program sosial ini memang hanya sesaat, tetapi setidaknya mampu membantu kesulitan masyarakat di tengah pandemi covid-19," imbuhnya.

Lebih dari itu, ia meminta pemerintah mempersiapkan regulasi yang tepat untuk kembali menggeliatkan perekonomian masyarakat.

Dikatakan Sepriyadi, sejak negeri ini khususnya Bangka Belitung dilanda pandemi Covid-19, dampaknya luar biasa bagi perekonomian masyarakat dan ini ia prediksi akan berlangsung cukup lama.

"Ini masalah serius, dampaknya sudah luar biasa meluasnya. Ekonomi masyarakat melemah, apalagi jika memang ini akan berlangsung dalam jangka waktu lama," katanya.

Hal ini menurutnya, sudah dikeluhkan masyarakat dari berbagai kalangan akibat kondisi ekonomi yang begitu sulit.

"Bukan hanya kesehatan pandemi Covid-19, ini tetapi sudah berdampak terhadap tatanan sosial dan perekonomian masyarakat," ujarnya.‎

Lebih parahnya, lanjut dia, masyarakat yang tidak mempunyai penghasilan tetap. Sehingga  berimbas pada pendapatan rumah tangga.

“Sektor pertambangan, perdagangan, jasa dan pariwisata mendapat pukulan berat akibat corona ini," tegasnya.‎

Ia tak menampik saat ini masyarakat di Bangka Tengah masih banyak bergantung dengan sektor pertambangan timah, perdagangan, dan jasa.

“Beberapa sektor ini, termasuk penambangan pasir timah menjadi pukulan berat melemahnya perekonomian masyarakat di Bangka Tengah," ujarnya. (BBR)


Penulis : */Irwan

Editor   : Kasmir