Komisi III DPRD Bateng : Spot Penjagaan Sudah Dianggarkan, Seharusnya tidak Ada Pembiaran Penjarahan

faisal
Komisi III DPRD Bateng : Spot Penjagaan Sudah Dianggarkan, Seharusnya tidak Ada Pembiaran Penjarahan
Ketua Komisi III, Era Susanto. (Ist)

BANGKA TENGAH, BABELREVIEW.CO.ID -- Kasus pembiaran penjarahan pasir timah yang terjadi di area eks Komplek PT. Kobatin oleh warga berujung petaka mendapat perhatian oleh DPRD Bangka Tengah khususnya Komisi III

Ketua Komisi III DPRD Bangka Tengah, Era Susanto mengatakan kalau penjarahan ini terjadi akibat tidak adanya pengawasan dan penjagaan yang dilakukan Sat PolPP padahal sudah dianggarkan untuk spot penjagaan aset untuk tahun 2020 serta tidak adanya pendataan orang luar yang masuk oleh pihak RT/RW.

"Terkait pidana ini memang harus diproses, namun harapan kita bersama bila ada orang luar yang masuk harus didata. Karena info yang didapat penjarahan tersebut tidak hanya dilakukan warga lokal namun juga dari luar daerah,"ujarnya kepada Babelreview, Kamis (18/6/2020).

Selain itu, politisi golkar itu juga mempertanyakan penjaagan dan pengawasan aset yang seharusnya dilakukan oleh Sat PolPP sehingga penjarahan itu terjadi berulang-ulang. 

"Sudah jelas anggaran penjagaan aset untuk tahun 2020 tersebut sudah kita anggarkan di Sat PolPP sebesar kurang lebih 100 juta, kenapa masih ada pembiaran, seharusnya tidak akan ada penjarahan jika adanya penjagaan rutin,"jelasnya.

Sementara itu, saat Babel Review mengkonfirmasi kepada Kasat PolPP Bateng, belum mendapatkan penjelasan terkait masalah ini. Pesan melalui WA yang dikirim Babel Review pukul 17.44 WIB belum dijawab. (BBR)


Penulis  : Faisal

Editor     : Admin03