Komoditas Ikan Masih Picu Inflasi Juni 2019

kasmirudin
Komoditas Ikan Masih Picu Inflasi Juni 2019
ilustrasi.

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID -- Kantor Perwakilan Bank Indonesia Bangka Belitung, merilis inflasi yang terjadi pada Juni 2019 sebesar 0.05 persen (mtm) atau secara tahunan sebesar 3.69 persen (yoy). Inflasi Juni 2019 utamanya disembangkan oleh sub kelompok ikan segar.

“Inflasi bukan Juni 2019 masih disumbangkan oleh kelompok ikan segar diantaranya, ikan kerisi, ikan bulat, ikan hapau, ikan tenggiri, ikan selar dan ikan singkur. Keterbatasan stok ikan yang antara lain disebabkan oleh factor cuaca, menyebabkan jumlah tangkapan ikan di pasar menjadi terbatas,” ujar Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Bangka Belitung, Edhi Rahmanto Hidayat.

Secara spasial Kota Pangkal Pinang mengalami inflasi sebesar 0,99 persen (mtm) atau mengalami inflasi tahunan sebesar 4,12 persen (yoy). Di Iain pihak, Kota Tanjung Pandan mengalami deflasi sebesar 0,41 persen (mtm) atau mengalami inflasi tahunan 2,91 persen (yoy).

Tekanan inflasi di Kota Pangkal Pinang didominasi oleh komoditas ikan segar, sedangkan deflasi yang terjadi di Kota Tanjung Pandan utamanya disebabkan oleh daging ayam ras dan angkutan udara.

Berdasarkan analisis kelompok, inflasi Bangka Belitung Juni 2019 disebabkan oleh kelompok bahan makanan yang mengalami inflasi 2,24 persen (mtm) dengan andil sebesar 0,64 persen. Secara tahunan, inflasi bahan makanan tercatat sebesar 5,73 persen (yoy) dengan andil sebesar 1,63 persen.

Inflasi dari kelompok bahan makanan ini disebabkan oleh kenaikan dari komoditas ikan kerisi (andil 0,86 persen), ikan bulat (andil 0,18 persen), ikan hapau (andil 0,16 persen), ikan tenggiri (andil 0,11 persen), cabai merah (andil 0,07 persen), ikan selar (andil 0,07 persen), dan ikan singkur (andil 0,04 persen).

“Meskipun permintaan bahan makanan sudah mengalami penurunan pasca Idul Fitri, namun stok ikan-ikanan yang masih terbatas menyebabkan meningkatnya harga komoditas ikan segar,” papar Edhi. (BBR)


 

Penulis  : Irwan
Editor    : Kasmir
Sumber : Babel Review