Konflik di Masjid Al Amanah Kampak, Anggota Dewan Ini Minta Selesaikan Secara Kekeluargaan

Ahada
Konflik di Masjid Al Amanah Kampak, Anggota Dewan Ini Minta Selesaikan Secara Kekeluargaan
Anggota DPRD Kota Pangkalpinang, Rio Setiady. (gusti/babelreview)

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID --- Anggota DPRD Kota Pangkalpinang, Rio Setiady turut prihatin atas konflik yang terjadi, di masjid Al -Amanah Kampak, Kota Pangkalpinang.

Menurutnya, masjid sejatinya sebagai tempat pemersatu umat dan dijadikan sebagai sarana untuk bersosialisasi, serta tempat beribadah secara berjamaah.

Rio mengatakan, apabila masjid berjalan sesuai dengan fungsinya, maka masyarakat yang ada di sekitar masjid akan mendapat tempat naungan, untuk memecahkan permasalahan sosial secara bersama-sama dan kekeluargaan.

"Kami mendorong penyelesaian masalah konflik internal di kepengurusan Masjid Al-Amanah, dapat diselesaikan secara kekeluargaan. Tidak perlu sampai keluar," ucap Rio. Minggu, (2/7/2020).

Tah hanya itu, Rio mengimbau, agar dapat memahami kultur masyarakat Pangkalpinang dan Bangka Belitung ini adalah majemuk, maka metode dakwah ataupun manajemen masjid yang diterapkan sejatinya mengakomodir kearifan lokal.

"Janganlah kita memaksakan kehendak yang kemudian berpotensi  menjadi masalah di tengah masyarakat," ucapnya.

Rio menilai, kepengurusan yang berjalan selama ini di masjid Al- Amanah sudah berjalan dengan baik, seperti aktivitas ibadah harian, perayaan hari besar Islam, serta kegiatan yang melibatkan pemuda remaja dan anak anak.

Menurutnya, sebaiknya suasana ini dapat dipertahankan, karena masyarakat sudah sesuai dengan metode dan manajemen yang dijalankan selama ini.

"Tidak perlulah kita kemudian mengambil alasan-alasan yang tidak prinsip, untuk memaksakan suatu kebijakan kepada sesuatu yang telah berjalan baik selama ini," katanya.

Rio berharap, permasalahan ini dapat segera diselesaikan dengan baik, serta tidak mengorbankan kepentingan yang lebih besar. 

Selesaikan dengan cara bermusyawarah dengan suasana penuh kekeluargaan, karena ini adalah bagian dari implementasi kita dalam menjalankan syariat Islam itu sendiri.

Karena, kata Rio syarat untuk menjadikan tempat ibadah tidak mudah, minimal harus ada izin ataupun persetujuan dari warga sekitar rumah ibadah.

"Saya kira mustahil untuk mendirikan rumah ibadah namun tidak disukai oleh masyarakat sekitarnya. Semoga permasalan ini dapat diselesaikan dengan baik dan masyarakat dapat beribadah dengan tenang di masjid Al- Amanah sebagaimana biasanya. Insya Allah," harap Rio. (BBR)
Laporan: gusti randa