Konsulat Amerika Serikat Sambangi KPU Babel, Ada Apa?

kasmirudin
Konsulat Amerika Serikat Sambangi KPU Babel, Ada Apa?
Konsulat Amerika Serikat untuk wilayah Sumatera, Juha P Salin yang didampingi Staf Ahli Bagian Politik dan Ekonomi Rachma Jaurinata, saat berkunjung ke kantor KPU Bangka Belitung, Jumat (5/4/2019). (ist)

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID -- Tahun ini Indonesia akan menggelar Pemilihan Umum (Pemilu) serentak 2019. Lima Surat suara akan dihadapkan kepada rakyat Indonesia pada 17 April mendatang, diantaranya surat suara Presiden/Wakil Presiden, DPR RI, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota dan DPD RI.

Pemilu serentak ini merupakan pemilu terbesar di Indonesia yang dilaksanakan sejak kemerdekaan. Perhatian dunia pun tak ayal tertuju kepada demokrasi di Indonesia, yang kini semakin menuju kedewasaan.

Perkembangan politik di Indonesia memang terus menjadi perhatian sebagai negara dengan populasi muslim terbesar. Tak sedikit yang datang untuk mempelajari dan melihat proses demokrasi di Indonesia.

Jika dibandingkan dengan negara-negara Asia,  sistem Pemilihan Umum di Indonesia masih jauh lebih baik ketimbang negara-negara lain di Asia Tenggara. Apalagi, saat ini masyarakat Indonesia terus dapat belajar dalam menyingkapi berbagai persoalan Pemilu.

Pehatian tersebut juga tak lepas dari negara Adidaya Amerika Serikat. Hal tersebut terlihat dari Konsulat Amerika Serikat untuk wilayah Sumatera, Juha P Salin yang didampingi Staf Ahli Bagian Politik dan Ekonomi Rachma Jaurinata, yang datang berkunjung ke berbagai instansi Pemerintahan dan instansi penyelenggara Pemilu di berbagai Provinsi termasuk Bangka Belitung, Jumat (5/4/2019).

Disampaikan Juha, kunjungan mereka bertujuan untuk mengetahui berbagai dinamika politik dan Pemilu yang ada di Provinsi Bangka Belitung.

“Setiap kita ke provinsi yang ada di Indonesia, memang kita bertemu berbagai pihak termasuk pemerintahan dan instansi terkait dengan Pemilu,” ujarnya.

Baca Juga: Gelar Pemilu Run, KPU Babel Ajak Masyarakat Gunakan Hak Suara

Ia menjelaskan, Indonesia merupakan negara yang penting bagi Amerika. Selain hubungan diplomatik Indonesia dan Amerika yang telah memasuki usia ke-70.

“Indonesia memang negara yang sangat penting bagi Amerika. Selain  Indonesia merupakan negara dengan populasi muslim terbesar di dunia, Indonesia juga salah satu negara dengan sistem demokrasi terbesar di dunia. Untuk itu kami ingin melihat proses demokrasi yang lancar dan aman,” ungkapnya.

Juha juga berharap, semoga proses Pemilu serentak yang akan diselenggarakan dapat berjalan lancar setiap proses yang dilewati.

“Kami mengucap selamat dan semoga bisa berjalan lancar di setiap prosesnya,” tutup Juha. (BBR)


Penulis : Diko 
Editor   : Kasmir
Sumber :  Babel Review