Konsumsi Listrik Selama Pandemi Covid-19, Kebutuhan Rumah Tangga Naik Lebih 10 Persen

Ahada
Konsumsi Listrik Selama Pandemi Covid-19, Kebutuhan Rumah Tangga Naik Lebih 10 Persen
Kebutuhan listrik disektor bisnis turun 9,10 persen dibanding April tahun 2019. Hal ini sejalan dengan banyaknya toko, rumah makan, hotel yang tutup selama pendemi covid-19. (Ilustrasi)

PANGKALPINANG, BABEL REVIEW.CO.ID – Konsumsi listrik pelanggan rumah tangga di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Naik sebesar 10,79 persen dibandingkan dengan April tahun sebelumnya.

Hal ini disebabkan karena banyak masyarakat melakukan aktivitas di rumah selama pandemi covid-19.

Sementara itu, untuk segmen industri pada bulan April ini masih tumbuh sebesar 6,99 persen.

Kendati demikian, pertumbuhan ini masih lebih rendah dari tahun sebelumnya yang mencapai 33,86 persen. 

Lain halnya dengan pelanggan disektor bisnis, segmen ini turun 9,10 persen dibanding April tahun sebelumnya.

Hal ini sejalan dengan banyaknya toko, rumah makan, hotel yang tutup selama pendemi covid-19.

Sektor lain yang mengalami penurunan secara signifikan adalah kelompok pelanggan layanan khusus, yaitu turun sebesar 70,56 persen.

Hal ini disebabkan karena selama pandemi, tidak ada akitivitas meeting, incentive, convention, and exhibition (MICE).

“Dimasa pandemi ini kami terus mengupayakan keandalan pasokan listrik. Saat ini suplai listrik di sistem Bangka sebesar 186 MW, dengan demand sebesar 152 MW. Sementara di sistem Belitung, tercatat suplai sebesar 77 MW dengan demand sebesar 42 MW. Kondisi ini cukup untuk menjaga kelancaran aktivitas pelanggan selama di rumah,” jelas General Manager PLN Unit Induk Wilayah Bangka Belitung Abdul Mukhlis.

Menyikapi hal tersebut, saat ini PLN telah membantuk Tim Siaga Covid-19 yang bertugas untuk selalu siap siaga menghadapi berbagai kemunginan yang terjadi selama pandemi.

Tim disiagakan mulai dari sistem pembangkitan, transmisi, distribusi, hingga retail. Pada area-area kerja yang bersifat kritikal tersebut diberlakukan prosedur operasi dan standar kerja yang lebih ketat sesuai dengan protokol kesehatan yang telah ditetapkan.

Bahkan petugas yang bertugas di control room dan dispatcher room diperiksa kesehatannya secara berkala, ditelusuri riwayat kontak dengan orang lain, dan ditelusuri riwayat perjalanannya beserta keluarganya.

Selain itu, Di seluruh unit kerja PLN disediakan masker, hand sanitizer, sarung tangan, dan thermal gun.

Suplai listrik untuk tempat-tempat vital, khususnya rumah sakit dan pelayanan kesehatan lainnya mendapat prioritas pasokan listrik.

“Semuanya itu kami lakukan untuk memberikan layanan terbaik kepada seluruh pelanggan PLN, karena kami bertanggungjawab untuk tetap menjaga kelangsungan operasi bisnis dalam menyediakan listrik sekaligus bertanggung jawab melindungi dan menjaga kesehatan dan keselamatan para pegawai,” ujar Mukhlis.

Tuntutan untuk dapat terus menjaga keandalan pasokan listrik di rumah pelanggan dan layanan-layanan publik seperti rumah sakit, perbankan, dan transportasi inilah yang membuat PLN terus meningkatkan intensitas upaya prefentif dengan melakukan kegiatan pemeliharaan jaringan, inspeksi jaringan, care for assets, hingga pemangkasan pohon.

Menurut data PLN, hingga April 2020 menyebutkan terdapat 57 persen fenomena padam sebagian maupun padam sesaat yang disebabkan oleh pohon yang menyentuh jaringan.

Disusul penyebab lainnya, yakni akibat hewan yang tersengat listrik di jaringan, yaitu sebesar 26 persen.

Untuk itu, petugas secara intensif memasang teknologi penghalang hewan di jaringan dan tiang listrik.

“Kami berkomitmen untuk terus mengoptimalkan pelayanan listrik untuk pelanggan selama pandemi covid-19. Bahkan PLN memberikan stimulus berupa gratis listrik kepada pelanggan bersubsidi daya 450 VA dan diskon 50 persen pelanggan subsidi daya 900 VA,” ujarnya.

Mereka yang berhak mendapat ini adalah pelanggan listrik bersubsidi atau kurang mampu yang tercatat di basis data terpadu tim nasional percepatan penanggulangan kemiskinan (TNP2K).

Di Bangka Belitung sendiri ada 35 ribu pelanggan daya 450 VA yang mendapat stimulus listrik gratis dan 40 ribu pelanggan daya 900 VA yang mendapat diskon 50 persen.

“Pelanggan dapat langsung mengaksesnya melalui website pln.co.id, aplikasi chat Whats App dengan nomor 08122-123-123 dan telegram dengan add https://t.me/PLN_123BOT. Cara untuk cek tarif pelanggan yang mendapat stimulus adalah melalui struk atau tanda bukti pembayaran pada bagian kolom tarif/daya. Untuk R1M artinya tarif non subsidi sedangkan R1 artinya tarif subsidi.  Selain itu, anda dapat juga cek melalui aplikasi PLN Mobile,” jelasnya.

PLN Babel juga memberikan bantuan berupa token listrik gratis kepada pasien dalam pengawasan (PDP) dan pasien yang terkonfirmasi positif corona di Bangka Belitung. 

Sebanyak 82 pasien dalam pengawasan dan 29 orang terkonfimasi corona mendapat bantuan token listrik gratis tersebut.

Penyerahan bantuan dilakukan secara bertahap dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

Hingga saat ini sudah ada 14 orang yang menerima bantuan tersebut.

Mukhlis mengungkapkan Program ini diinisiasi untuk menekan penyebaran covid-19 di wilayah provinsi Bangka Belitung. 

“Program ini sebagai bentuk kepedulian kami kepada pasien, sekaligus stimulus agar beban pasien diringankan, dan juga sebagai bentuk upaya untuk menekan laju penyebaran covid-19,” ungkapnya.

Sementara itu, dalam rangka memberikan penerangan di daerah terpencil, hingga kini PLN telah melistriki sebanyak 14 pulau dengan total kapasitas terpasang sebesar 5,69 MW.

Pulau-pulau tersebut antara lain pulau Pongok, Celagen, Nangka, Panjang, Tinggi, Kelapan, Selat Nasik, Seliau, Gersik, Bukulimau, Sumedang, Long, Kuil, dan Buntar. (BBR)

Laporan: Irwan AR