Kontruksi Jerambah Gantung Ternyata Tiru Jembatan Gantung Buatan Belanda

Irwan
Kontruksi Jerambah Gantung Ternyata Tiru Jembatan Gantung Buatan Belanda
Kondisi kontruksi Jerambah Gantung yang roboh. Foto: Diko Subadya

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID – Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Pangkalpinang, Suparlan Dulaspar menjelaskan desain Jembatan Air Kerabut atau Jerambah Gantung mengadopsi struktur jembatan gantung buatan Belanda pada masa itu.

Dibangunnya Jembatan Air Kerabut berfungsi sebagai penghubung dan mempercepat akses masyarakat Kota Pangkalpinang menuju Desa Balun Ijuk, Kabupaten Bangka.

“Jelas diuntungkan secara ekonomi dari sisi perdagangan dan juga memangkas jarak tempuh dari Pangkalpinang menuju Balun Ijuk atau ke kampus UBB," ujarnya saat Konferensi Pers di Kedai 8, Pangkalpinang, Sabtu (17/10/2020).

Lanjutnya, dengan hadirnya Jerambah Gantung ini tentu akan meningkatkan sektor perekonomian masyarakat Kota Pangkalpinang.

Karena, dapat mempermudah akses untuk pengangkutan dan perputaran barang dan jasa dari Kabupaten Bangka menuju Kota Pangkalpinang.

“Untuk hasil sentra pertanian dari Balun Ijuk, lebih mungkin bisa murah karena jarak tempuh lebih dekat. Tidak ada sia-sia dibangun Jarambah Gantung. Ini merupakan program strategis  Pemkot Pangkalpinang," kata Suparlan.

Sebelumnya pada Jumat (16/10/2020) malam, kontruksi Jerambah Gantung senilai Rp 25 miliar lebih roboh dalam proses pengerjaan. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun dua orang pekerja mengalami luka-luka.

Suparlan Dulaspar menjelaskan bahwa penyebab robohnya kontruksi Jembatan Air Kerabut atau Jerambah Gantung disebabkan karena faktor human error.

"Salah satu balok girder yang sudah terpasang dan tegak diatas lima itu, salah satunya terpelintir jadi berpengaruh pada yang lain," kata Suparlan.

Suparlan menuturkan, proyek pengerjaan Jerambah Gantung tetap dilanjutkan dengan membuat pondasi baru.

“Secara teknik pengerjaan proyek ini sudah memenuhi standar oleh perencana dan kami sendiri," sebutnya.

Ia menegaskan, atas kejadian ini pihaknya tidak akan menambah anggaran sesuai kesepakatan dan tetap menjadi tanggung jawab kontraktor.

"Ini kejadian di luar prediksi kami, kontraktor siap bertanggung jawab penuh atas pembangunan jembatan ini," katanya. (BBR)

Penulis: Gusti

Editor: Irwan