Korban Tewas Corona Kini 902 Orang, Lebih Banyak dari SARS

kasmirudin
Korban Tewas Corona Kini 902 Orang, Lebih Banyak dari SARS
Korban akibat virus corona terus bertambah. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, BABELREVIEW.CO.ID -- Korban tewas akibat virus Corona asal Wuhan, China, terus bertambah. Per Senin pagi (10/2/2020), total kematian akibat virus mirip SARS ini mencapai 902 orang.

"Jumlah kematian akibat epidemi virus korona baru China melonjak menjadi 902 pada hari Senin setelah provinsi Hubei yang paling parah melaporkan 91 kematian baru." tulis AFP, mengutip data pemerintah.


Komisi kesehatan Hubei juga mengkonfirmasi 2.618 kasus baru di provinsi Hubei, pusat awal wabah itu muncul pada Desember lalu. Ini menjadikan jumlah kasus infeksi naik menjadi 39.800 kasus diseluruh China.

Jumlah korban tewas dan terinfeksi virus corona telah melampaui jumlah korban Sindrom Pernafasan Akut Parah (SARS). Pada saat mewabah di 2002-2003 lalu, SASR menewaskan 744 di seluruh dunia.

Meski demikian parahnya, pada Sabtu lalu Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa jumlah kasus yang dilaporkan setiap hari di China "stabil". Lembaga itu juga memperingatkan masih terlalu dini untuk mengatakan apakah wabah virus telah memuncak.

"Sangat, sangat dini untuk membuat prediksi," kata Direktur Eksekutif Program Darurat Kesehatan WHO, Dr. Michael Ryan, mengutip laporan NY Times.

Sementara itu, di luar China, kematian dilaporkan terjadi di dua tempat, yaitu satu di Filipina dan satu di Hong Kong. Dari segi penyebarannya, virus corona dilaporkan sudah menyebar di sedikitnya 28 wilayah di luar China daratan, yaitu:

Asia Pasifik
Kapal pesiar, Diamond Princess: 64 kasus
Singapura: 40 kasus
Thailand: 32 kasus
Hong Kong: 29 kasus, 1 kematian
Korea Selatan: 27 kasus
Jepang: 25 kasus
Taiwan: 18 kasus
Malaysia: 17 kasus
Australia: 15 kasus
Vietnam: 13 kasus
Makau: 10 kasus
India: 3 kasus
Filipina: 3 kasus, 1 kematian
Nepal: 1 kasus
Sri Lanka: 1 kasus
Kamboja: 1 kasus

Amerika Utara
Amerika Serikat: 12 kasus
Kanada: 7 kasus

Eropa
Jerman: 14 kasus
Prancis: 11 kasus
Inggris: 4 kasus
Italia: 3 kasus
Rusia: 2 kasus
Spanyol: 2 kasus
Finlandia: 1 kasus
Swedia: 1 kasus
Belgia: 1 kasus

Timur Tengah
Uni Emirat Arab: 7 kasus


Penulis  :  Rehia Sebayang

Editor    : Kasmir

Sumber : CNBC Indonesia