KPAD Babel Sesalkan Penyebaran Video Anak-Anak Berkelahi, Sapta: Kami Minta Polda Babel Mencari Pelaku Penyebaran Video

kasmirudin
KPAD Babel Sesalkan Penyebaran Video Anak-Anak Berkelahi, Sapta: Kami Minta Polda Babel Mencari Pelaku Penyebaran Video
Ketua KPAD Babel, Sapta Qodria Muafi SH. (Foto: Ahada)

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID -- Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengaku prihatin, melihat banyaknya video beredar yang mengumbar persoalan anak-anak di Babel. Video-video yang tak layak tersebar ini, biasanya dibagikan oknum warga ke media sosial facebook.

“Kita miris melihat video-video terkait anak-anak di Babel yang beredar belakangan ini. Kita berharap masyarakat lebih bijak ketika mengirimkan atau mengupload video-video yang berhubungan dengan anak-anak ke media sosial,” ungkap Ketua KPAD Babel, Sapta Qodria Muafi SH.

Apalagi, kata Sapta, video yang beredar di media social tersebut adalah video lama yang kembali diedarkan. Menurut Sapta, media sosial contohnya FB mestinya diperlakukan secara bijak untuk hal-hal yang positif bukan untuk hal yang menimbulkan persepsi negatif. Yang

“Kejadiannya sudah lama dan diuploud sekarang. Saya tidak tahu apa tujuan orang-orang yang menguploud video itu. Mestinya, jika menemukan video yang tidak baik terkait anak-anak, mengapa tidak dilaporkan saja ke instansi berwenang, sehingga bisa segera dicarikan solusinya,” tukas Sapta.

Menurut sapta, jika video berkonten negatif anak-anak ini tersebar, tidak saja ditonton oleh masyarakat Bangka Belitung, melainkan masyarakat sedunia bisa melihat video tersebut.

“Seluruh dunia bisa melihat betapa buruknya pendidikan kita dan akhlak generasi penerus kita. Kami sangat menyesalkan yang terjadi di Bangka Belitung. Kami berharap para orang tua, orang dewasa dan anak- anak lebih bijak lagi menggunakan media sosial. Saya yakin dari penduduk Bangka Belitung semuanya mempunyai akademisi yang cukup dan bisa mempertimbangkan masalah ini. Hal ini berdampak pada anak, baik secara psikologi maupun psikososialnya. Anak tersebut mempunyai keluarga, orang tua, teman, kakak dan adik,” jelas Sapta.

KPAD Babel berharap, kepada yang memfosting video yang berbau anak di Babel agar segera menghapus postingannya di media sosial.

“Sekarang persoalan ini sudah diproses oleh pihak sekolah dan apabila terjadi hal yang tidak diinginkan siapa yang bertanggung jawab. Dan kami hari Senin ini akan bekerja sama dengan pihak Polda Bangka Belitung terutama cyber cream untuk melihat siapa yang memposting dan yang membagikan dan akan kami proses. Saya tekankan lagi tolong dihapus sebelum kami proses Senin nanti dan akan merepotkan Anda,” pesan Sapta. (BBR)


Penulis  : Ahada  
Editor    : Kasmir
Sumber  :Babel Review