Kuasa Hukum PT. BAA Nilai Gugatan Penggugat Penuh Rekayasa

Ibnuwasisto
Kuasa Hukum PT. BAA Nilai Gugatan Penggugat Penuh Rekayasa
Kuasa Hukum PT. Bangka Asindo Agri, Aripin Josua Sitorus foto bersama dengan warga Kenanga usai jalani sidang, Senin (13/7/2020). (Foto.Ibnu)

SUNGAILIAT, BABELREVIEW.CO.ID - Persidangan gugatan terhadap PT. Bangka Asindo Agri terus berlanjut, dan pada hari Senin (13/7/2020) masuk pada tahap enam.

Agenda hari ini adalah penyampaian bukti-bukti yang dilakukan oleh pihak penggugat ke majelis hakim yang di pimpin oleh Fatimah SH MH.

Saat ditemui usai sidang, Kuasa Hukum PT. BAA, Aripin J Sitorus mengatakan jika bukti-bukti yang diajukan oleh penggugat penuh dengan rekayasa. Menurutnya, bukti yang diajukan ke majelis hakim ada warga dari Cianjur, Nganjuk dan daerah lainnya.

"Dan masih banyak kejanggalan yang terjadi lainnya, ada bukti yang menyebutkan dan diberikan kalau orang tersebut tinggal di RT 01 tapi tidak sesuai dengan isinya, dengan kata lain bukti itu berbeda dengan apa yang mereka (penggugat red.) katakan. Kami berharap, kejadian tadi dapat dijadikan pertimbangan majelis hakim untuk menyatakan gugatan itu tidak sah," tegasnya.

Sitorus menuturkan adanya ketidakjujuran dan masyarakat sudah merasa jenuh dan bosan dengan sikap yang dilakukan oleh penggugat. Dengan kondisi saat ini, pihaknya berharap terkait dengan gugatan class action itu majelis hakim dapat memberikan keputusan yang terbaik bahwa gugatan tersebut tidak memenuhi syarat dan kriteria.

"Masyarakat berharap PT. BAA masih terus berjalan dan semakin besar, sehingga masyarakat akan lebih meningkat dari sisi kesejahteraannya. Selain itu, petani ubi dapat terus beraktivitas dan bisa hidup kembali perekonomiannya," ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menginginkan kedepan tidak ada lagi gonjang ganjing dan fitnah di media sosial tentang kebusukan dan kebohongan yang menjelekkan aparat seperti pemerintah daerah dan kepolisian.

"Saat ini masyarakat Kenanga ingin hidup tenang, kita berharap ini dapat membawa kesejahteraan kepada warga Kenanga dan petani ubi. Dan kita tunggu putusan Minggu depan yang akan dijatuhkan majelis hakim Pengadilan Negeri Sungailiat," pungkasnya. (BBR)


Penulis : Ibnu

Editor :

Sumber : Babel Review