KUNJUNGAN AKADEMIK MAHASISWA HUKUM HUMANITER UBB KE BAKAMLA MEMPELAJARI PERAN DRONE LAUT DALAM KEAMANAN LAUT

BABELREVIEW.CO.ID – Mahasiswa Kelas Hukum Humaniter Fakultas Hukum Universitas Bangka Belitung (UBB) melaksanakan kunjungan akademik ke Badan Keamanan Laut (Bakamla) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada Senin, 24 November 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari pembelajaran mata kuliah Hukum Humaniter yang bertujuan memberikan pemahaman langsung mengenai perlindungan manusia dalam konteks keamanan laut, khususnya melalui penggunaan teknologi drone laut.

Kunjungan ini dibimbing oleh dosen pengampu mata kuliah, Sintong Arion Hutapea, S.H., M.H., yang mendampingi mahasiswa dalam memahami bagaimana Bakamla menerapkan prinsip keselamatan dan perlindungan manusia di wilayah perairan Indonesia. Mahasiswa disambut oleh jajaran Bakamla Babel dan menerima dua materi utama yang berkaitan dengan pengenalan lembaga dan teknologi pemantauan modern.

Bacaan Lainnya

Materi pertama, Pengenalan Bakamla, disampaikan oleh Arfan, S.Kom. Ia memaparkan tugas, fungsi, serta kewenangan Bakamla sebagai lembaga keamanan laut nasional. Arfan menjelaskan bahwa Bakamla bertanggung jawab menjaga keselamatan pengguna laut, mencegah ancaman, serta memastikan stabilitas di wilayah perairan Indonesia. Ia juga menekankan bahwa penggunaan teknologi menjadi salah satu langkah penting dalam meningkatkan efektivitas pengawasan.

Materi kedua, Unmanned Underwater Vehicle (UUV) atau drone bawah laut, disampaikan oleh Mayor Bakamla Anton Hilman Fatoni, S.H., M.H. Dalam pemaparannya, Mayor Anton menjelaskan cara kerja UUV sebagai perangkat pemantauan bawah laut yang dapat membantu mendeteksi ancaman, memantau aktivitas perairan, serta mendukung operasi penyelamatan. Teknologi ini membantu memperkuat kesiapsiagaan Bakamla dalam menjaga keamanan laut sekaligus mengurangi risiko terhadap keselamatan manusia.

Mahasiswa juga memperoleh penjelasan mengenai koordinasi Bakamla dengan berbagai instansi seperti TNI AL, Kepolisian, dan Bea Cukai. Kolaborasi tersebut diperlukan agar penanganan pelanggaran dan ancaman di laut dapat dilakukan secara cepat dan tepat, khususnya ketika menyangkut keselamatan masyarakat yang beraktivitas di wilayah perairan.

Melalui sesi diskusi yang berlangsung interaktif, mahasiswa dapat menghubungkan teori Hukum Humaniter dengan praktik keamanan laut yang mereka lihat secara langsung. Mereka memahami bahwa meskipun Hukum Humaniter identik dengan situasi konflik, prinsip perlindungan manusia juga dapat diterapkan dalam menjaga keamanan dan keselamatan di perairan pada masa damai.

Kunjungan ini memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa Kelas Hukum Humaniter UBB. Selain memperluas wawasan terkait teknologi drone laut dan sistem pengawasan modern, kegiatan ini juga menegaskan peran penting Bakamla dalam memastikan keamanan laut dan melindungi masyarakat yang memanfaatkan jalur pelayaran di wilayah kepulauan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *