Kunker ke Alur Muara Kantung, Dedi Mulyadi: PT. Pulomas Sudah Punya Ijin Resmi

Kasmirudin
Kunker ke Alur Muara Kantung, Dedi Mulyadi: PT. Pulomas Sudah Punya Ijin Resmi
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Dedi Mulyadi saat melihat kondisi perairan Pantai Matras yang sedang dilakukan aktivitas penambangan pasir timah oleh mitra PT. Timah Tbk, Jumat (27/11/2020). (Foto: Ibnu Wasisto)

SUNGAILIAT, BABELREVIEW.CO.ID -- Sebelum melakukan kunjungan ke alur Muara Air Kantung, Sungailiat, Kabupaten Bangka, rombongan yang dipimpin Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Dedi Mulyadi menyempatkan diri mendatangi para nelayan yang ada di Pantai Matras untuk melihat kondisi perairan Pantai Matras yang sedang dilakukan aktivitas penambangan pasir timah oleh mitra PT. Timah Tbk.

Saat berada di lokasi alur Muara Air Kantung, Sungailiat, Dedi Mulyadi mengatakan, bahwa kunjungan yang dilakukannya untuk memastikan berbagai macam aktivitas pengerukan alur muara oleh pihak PT. Pulomas Sentosa supaya tidak menggangu aktivitas nelayan.

"Di sini ada dua problem, yang pertama dengan disedotnya pasir di daerah aliran muara ini disebabkan karena adanya pendangkalan. Salah satu penyebab pendangkalan ini, karena adanya penambangan pasir yang ada di tengah laut oleh salah satu perusahaan lainnya," kata Dedi, Jum'at (27/11/2020).

Ia menambahkan, jika perusahaan (PT. Pulomas Sentosa, red.) ini sudah memiliki ini resmi dari pemerintah. Pihaknya juga belum mengetahui apakah perusahaan yang melakukan pengerukan pasir di tengah laut tersebut memiliki ijin atau belum.

"Saya melihat ternyata perusahaan tersebut sudah dilakukan penindakan dari Dirjen Gakkum dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang saat ini sudah berhenti beraktivitas," imbuhya.

Menurutnya, untuk menyelesaikan beberapa permasalahan yang ada di Provinsi Bangka Belitung, tidak menutup kemungkinan pihaknya akan membentuk panitia kerja (panja) di tingkat pusat.

"Tetapi kalau dalam sistem kerja dalam melakukan pendalaman alur muara ini terdapat beberapa aspek-aspek yang mencurigakan, maka tidak kemungkinan juga akan kita bentuk pantia khusus (pansus),” tukasnya. (BBR)


Penulis : Ibnu Wasisto

Editor   : Kasmir