Lebih 10 Km Menyusuri Sungai Mendo, Elfiyena Sebut Kita Kaya Lidi Nipah

Kusuma Jaya
Lebih 10 Km Menyusuri Sungai Mendo, Elfiyena Sebut Kita Kaya Lidi Nipah
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Pemprov Bangka Belitung, Elfiyena ikut menyusuri Sungai Mendo di Desa Kota Kapur, untuk melihat langsung potensi pohon nipah, Selasa (23/2/2021). (irwan/babelreview)

KOTAKAPUR, BABELREVIEW.CO.ID — Lidi Nipah saat ini tengah menjadi primadona masyarakat Bangka Belitung, sebagai salah satu pendongkrak ekonomi di tengah Pandemi Covid-19.

Lidi Nipah sontak dilirik, karena memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi, apalagi komoditas yang satu ini juga menarik minat banyak negara. Bahkan tahun 2020 lalu, Bangka Belitung tercatat sudah mengekspor Lidi Nipah ini ke sejumlah negara.

Munculnya Lidi Nipah sebagai harapan baru bagi pertumbuhan ekonomi Babel, tak lepas dari kegigihan sosok wanita yang kini memimpin Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (KUKM) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Elfiyena.

Beruntung, Babel Review berkesempatan untuk mengobrol langsung dengan Elfiyena sembari menyelusuri Sungai Mendo yang melewati Desa Kota Kapur. Sungai Mendo ini memiliki potensi sumber daya alam (SDA) pohon Nipah, yang menjadi sumber Lidi Nipah.

Menggunakan kapal bantuan CSR dari PT Timah Tbk, Tim Ngobrol Asyik menyusuri Sungai Mendo bersama Kadin Koerasi dan UMKM Pemprov Babel Elfyena beserta rombongan.

Setidaknya sekitar 10 km, Tim Ngobrol Asyik bersama Bunda Elfiyena dan rombongan menyusuri Sungai Mendo tersebut. Seluas mata memandang di sisi kiri dan kanan sungai tumbuh subur pohon Nipah.

Ikut juga saat menyurusi Sungai Mendo guna melihat potensi pohon Nipah tersebut, serang eksportir Lidi Nipah asal Desa Kota Kapur, Japri.

"Panjang sungai ini yang kita susuri ini belum seberapa. Masih panjang lagi, ini bisa tembus ke Sungai Upang dan daerah Mendo," ujar Japri.

Pada kesempatan tersebut, Elfiyena menceritakan, awal mula Lidi Nipah bisa menjadi komoditi ekspor, yang mana diawali pada bulan Februari 2020, sebelum adanya kasus Covid-19 di Babel.

Pada awalnya dikatakan Elfi pihaknya berencana mengadakan pelatihan Lidi Sawit kepada masyarakat dengan mengundang seorang narasumber yaitu para Eksportir.

Setelah melakukan pemantauan dan melihat kondisi alam di Babel. Ternyata narasumber tersebut malah tertarik dengan kekayaan Lidi Nipah yang ada di Babel.

“Melihat narsum tertarik dengan Lidi Nipah, akhirnya kita coba latih masyarakat untuk memanfaatkan Lidi Nipah. kebetulan yang pertama dapat pelatihan itu adalah masyarakat Kota kapur yang sebelumnya datang ke kantor gubernur untuk audiensi minta bantuan dari Pemprov, karena mereka merasa belum pernah menerima bantuan,” katanya.

Dari situlah, Elfi mengungkapkan pihaknya diintruksikan langsung Gubernur untuk melakukan kegiatan di Desa Kota Kapur. Bersamaan dengan itu, akhirnya diadakan pelatihan Lidi Nipah di Kota Kapur, karena melihat potensi Lidi Nipah yang juga tinggi di daerah ini.

“Ketika menerima pelatihan dan mempraktekkannya di lapangan, ternyata mereka (masyarakat-red) antusias sekali, pun kala pelatihan sudah selesai ternyata masyarakat terus menerus mengambil Lidi Nipah,” ungkapnya.

“Karena mereka tertarik, kita pun mencoba membantu. Selain pelatihan kita juga menyalurkan dana KUR ke Kota kapur. Dana tersebut digunakan untuk memperbaiki kapal atau perahu masyarakat Kota Kapur yang sudah rusak. Harapannya dengan perbaikan itu, selain masyarakat bisa untuk mengambil ikan, juga bisa untuk mengambil Lidi Nipah. Sehingga terkumpul lah Lidi Nipah kurang lebih 12 ton, lalu dieskpor,” sambungnya.

Melihat masyarakat Kota Kapur yang suskes mengekpor Lidi Nipah, ternyata hal ini juga menarik perhatian masyarakat dari desa lain untuk juga belajar memanfaatkan Lidi Nipah, tentunya ini hal yang positif ditengah lemahnya ekonomi, karena itu masyarakat harus bisa memanfaatkn peluang yang ada.

"Daerah ini sangat kaya potensi Pohon Nipah. Sepanjang Sungai Mendo ini kita akan menjumpai tumbuh subur Pohon Nipah. Alur Sungai Mendo ini adalah satu dari 17 Sungai di Pulau Bangka yang ditumbuhi Pohon Nipah," ungkap Elfiyena.

Elfi menambahkan Lidi Nipah bisa menjadi peluang yang sangat bagus, jika dimanfaatkan dengan baik, karenanya Pemprov Babel siap memberikan dukungan kepada masyarakat, kelompok atau pemerintah desa yang mau mengembangkan Lidi Nipah ini.

“Di Kota Kapur sekarang sudah ada Koperasinya, kita bantu semua proses pembentukan koperasinya dan Alhamdulillah Pak Kadesnya support. Tak hanya itu, kemaren kita juga pinjamkan kapal milik dinas kelautan untuk masyarakat mengambil Lidi Nipah termasuk kami mengajukn proposal ke PT Timah untuk bantu. Alhamdulillah sudah dapat satu kapal atau perahu dari PT. Timah,” ujarnya.

Untuk selanjutnya, dikatakan Elfi, saat ini Pemprov Babel tengah menyiapkan produk/hilirisasi dari Lidi Nipah ini, dengan mengadakan pelatihan-pelatihan untuk kerajinan.

“Masyarakat desa juga harus kita latih untuk dapat mmnfaatkan Lidi Nipah menjadi kerajinan, kita latih mereka. Dengan begitu kita berharap hasil dari kerajinan itu bisa kita ekspor. Kita orientasinya ekspor, karena masyarakat bisa jual harga Lidi Nipah lebih tinggi,” terangnya.

Kedepan, Elfi berharap sinergitas antara pemerintah kabupaten/kota dengan pemerintah provinsi dapat semakin erat, agar bisa membaca setiap peluang yang ada di daerah masing-masing secara maksimal.

“ Kita akan mencoba terus menggali potensi yang kita tampilkan dan kita harus menangkap setiap peluang yang ada didepan kita. Contohnya potensi Lidi Nipah ini, sangat banyak dan hampir ada di seluruh daerah. Tinggal kita mau atau tidak mengambl harta karun ini,” pungkasnya.(BBR)