Lemtari Putuskan Aturan Anugerah Gelar Adat, Datuk Sri adalah Gelar Kehormatan Tertinggi

Ahada
Lemtari Putuskan Aturan Anugerah Gelar Adat, Datuk Sri adalah Gelar Kehormatan Tertinggi
Rapat kerja wilayah (Rakerwil) I Lemtari Kepulauan Bangka Belitung, di Ruang Pasir Padi Kantor Gubernur Bangka Belitung, di Air Itam Pangkalpinang, Sabtu (5/12/2020). (Humas Lemtari)

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID — Rapat Kerja Wilayah I Lembaga Tinggi Masyarakat Adat Republik Indonesia Bangka Belitung memutuskan aturan tentang penggunaan dan anugerah kehormatan adat dalam lingkungannya, yakni Perdatda No 2 Tahun 2020. 

“Bahwa Gelar Adat merupakan bagian dari budaya bangsa dan sekaligus sebagai asset nasional, keberadaannya perlu dijaga, diberdayakan, dibina, dilestarikan dan dikembangkan sehingga dapat berperan dalam upaya menciptakan masyarakat yang memiliki jati diri, berakhlak mulia, berperadaban dan mempertinggi pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai luhur budaya bangsa secara maksimal dengan berdasarkan kepada Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945,” demikian konsideran menimbang yang dibacakan Pimpinan Paripurna II Rdo Sri Yanto, MPd pada Paripurna II Rakerwil Lemtari, di Ruang Pasir Padi Kantor Gubernur Babel, Sabtu, 5 Desember 2020. 

Dijelaskan Sri Yanto, bahwa dalam upaya pengaturan penggunaan dan anugerah gelar adat serta untuk mewujudkan upaya tersebut perlu dilakukan upaya dan langkah-langkah konkrit yang berdayaguna dan berhasilguna dalam pelaksanaan pemeliharaan  dan pengaturan penggunaan  gelar  Adat. 

Berdasarkan pertimbangan di atas, penggunaan dan penganugerahan perlu dibakukan dan tertulis sebagai Peraturan Adat Lembaga Tinggi Masyarakat Adat Republik Indonesia. 

“Peraturan ini mengingat, Pasal 18 ayat (6) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945, Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1985 tentang Organisasi Kemasyarakatan    (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1985 Nomor 44, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3298), Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 39 Tahun 2007 Tentang Pedoman Fasilitasi Organisasi Kemasyarakatan Bidang Kebudayaan, Keraton, dan Lembaga Adat Dalam Pelestarian dan Pengembangan Budaya Daerah, Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 52 Tahun 2007 Tentang Pelestarian dan Pengembangan Adat Istiadat dan Nilai Sosial Budaya Masyarakat, Peraturan Daerah No. 4 Tahun 2012 Tentang Pelestarian Adat Istiadat dan Pemberdayaan Lembaga Adat Melayu Kepulauan Bangka Belitung, dan anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Lembaga Tinggi Masyarakat Adat Republik Indonesia,” papar Sri Yanto membacakan keputusan Paripurna II Rakerwil Lemtari.

Sri Yanto lanjut membacakan, guna mengangkat dan melestarikan budaya Melayu Bangka Belitung maka Lembaga Tinggi Masyarakat Adat Republik Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung akan memberikan gelar kehormatan adat kepada seseorang yang dianggap memenuhi persyaratan.

Adapun gelar kehormatan tersebut terbagi kepada dua yakni; gelar kehormatan Pusake Budaya dan gelar Kehormatan Adat Mulie.

“Gelar Pusaka Budaya adalah gelar yang digunakan dalam lingkungan kepengurusan Lemtari dari tingkat provinsi sampai desa dan kelurahan. Sementara gelar kehormatan adat mulia, adalah gelar yang dianugerahkan kepada para tokoh negeri yang dianggap berprestasi,” jelas Sri Yanto.

Lebih lanjut disampaikan, Gelar Kehormatan Pusaka Budaya adalah: Datuk Sri adalah gelar kehormatan tertinggi dalam lingkungan Lembaga Tinggi Masyarakat Adat Republik Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Gelar Kehormatan ini hanya...

  • Halaman
  • 1
  • 2