Libatkan Warga Buat Home Stay, Pemkot Siapkan SOP Destinasi Wisata

Ahada
Libatkan Warga Buat Home Stay, Pemkot Siapkan SOP Destinasi Wisata
Walikota Pangkalpinang Maulan Aklil ketika mengunjungi destinasi wisata Pangkalpinang yang baru, yakni Kampoeng Tiga Oerang. (Ist)

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID -- Dua tahun terakhir ini, destinasi wisata di Kota Pangkalpinang yang banyak dikunjungi wisatawan ada tiga lokasi, antara lain Museum Timah, Bangka Botanical Garden (BBG) dan Pantai Pasir Padi. 

Menurut Kabid Parawisata Dinas Pariwisata Kota Pangkalpinang Dwidi Sutiasmi, saat ini semua promosi destinasi wisata di Pangkalpinang sedang digeliatkan, hal itu dimulai dengan adanya  pelatihan tata kelola destinasi wisata.

"Nanti pada tanggal 7-9 Juli  2020, kami akan mengadakan pelatihan di Pokdarwis. Akan kami libatkan di tujuh kecamatan. Kemudian dalam pelatihan tersebut, kami akan mendatangkan tim ahli bidang pariwisata. Mereka akan melaksanakan pengembangan parawisata. Setiap kecamatan melalui pokdarwis diminta membuat destinasi wisata baru. Tahun depan rencananya ada lomba pokdarwis tentang bagaimana cara menciptakan destinasi wisata baru," ujarnya.

Dwidi mengatakan, untuk destinasi wisata Kampoeng Tiga Oerang, Dispar Pangkalpinang akan terus mempromosikan objek baru ini. Di lokasi itu ada kampung darat, laut, dan melayu.

"Jadi untuk proses lebih menonjol di kampung daratnya, karena fasilitasnya ada semua disana, untuk lautnya masih mencari. Kemudian kampung melayunya khususnya ke Kampung Wisata Tuatunu, pada bulan September 2020 nanti akan ada pelatihan Home Stay. Pelatihan tersebut melibatkan masyarakat yang mempunyai rumah  di sekitar kawasan itu. Rumah-rumah ini nantinya akan dijadikan sebagai home stay untuk meningaktkan parawisata berkelanjutan", katanya. 

Sementara itu, menyikapi kondisi pandemi covid-19 yang belum berakhir ini, Plt Kepala Dinas Parawisata Kota Pangkalpinang, Suryo Kusbandoro mengatakan, Standar Operasional Prosedur (SOP) di Dinas Parawisata Kota Pangkalpinang sudah dibuat dan akan segera diedarkan.

Ia mengatakan, dengan diterbitkan edaran tersebut, maka Dinas Pariwisata akan kembali membuka wisata Pantai Pasir Padi dan objek wisata lainnya.

"Dengan mulai dicabutnya surat edaran walikota Nomor 7 Tahun 2020 per tanggal 7 April 2020, kemudian diganti dengan surat edaran walikota yang baru keluar yaitu Nomor 17 Tahun 2020  per tanggal 24 Juni 2020. Jadi aturan SOP akan kita buat dibidang pariwisata.  Kemudian kita akan mulai membuka wisata Pantai Pasir Padi pada tanggal 27 Juni 2020 dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19 dengan memakai masker, menjaga jarak, sering mencuci tangan, dan yang terpenting juga membatasi jumlah pengunjung yaitu 50 persen," kata Suryo.

Suryo juga mengatakan, setiap pengelola wisata diwajibkan membuat surat pernyataan untuk bersiap mengikuti SOP protokol kesehatan Covid-19 yang ada di Dinas Parawisata Kota Pangkalpinang.

" Surat pernyataan bermaterai 6.000, silahkan untuk membuat pernyataan masing-masing ke Dinas Parawisata. Kemudian kami berikan SOP dan silahkan melaksanakan. Apabilia melanggar dalam SOP tersebut akan bersedia ditutup sementara satu bulan," ucap Suryo 

Suryo menyebutkan, untuk destinasi wisata baru seperti Kampoeng Tiga Oerang, saat ini sedang dipromosikan kepada masyarakat.

Namun mengingat masih dalam suasana pandemi Covid-19, maka setelah normal nanti Dispar Kota Pangkalpinang baru akan memulai gebrakan.

"Harapannya mudah-mudahan dengan dikeluarkannya Keputusan Menteri Kesehatan RI NOMOR : HK.01.07/MENKES/382/2020 tentang Protokol Kesehatan Bagi Masyarakat di Tempat dan Fasilitas Umum dalam Rangka Pencegahan dan Pengendalian COVID-19, untuk promosi wisata di Kota Pangkalpinang ini akan lebih terbuka," harapnya. (BBR)

Laporan: gusti randa

 

Editor: @hada