Lidi Nipah Jadi Idola Masyarakat Bangka Belitung, Dulu Sampah Kini Rupiah

Kusuma Jaya
Lidi Nipah Jadi Idola Masyarakat Bangka Belitung, Dulu Sampah Kini Rupiah
Kerajinan Lidi Nipah kini mulai diminati masyarakat Bangka Belitung. (firly/BBR)
Kerajinan Lidi Nipah. (firly/BBR)
Kerajinan Lidi Nipah. (firly/BBR)

Lidi Nipah Jadi Idola Masyarakat Bangka Belitung
Dulu Sampah Kini Rupiah

 

"Komoditi Lidi Nipah ini tadinya salah satu komoditi yang dianggap tidak ada nilainya. Namun peluang ini dapat dimanfaatkan oleh pelaku UMKM kita, tentunya dengan bimbingan dan dukungan dari kementerian koperasi dan UKM, Dinas Koperasi Provinsi Babel serta semua pihak. Ini menjadi potensi yang baru dan disambut baik oleh masyarakat Kota Kapur. Oleh karena itu, harus didukung terus-menerus"

Erzaldi Rosman

Gubernur Kepulauan Bangka Belitung


Laporan: @hada

PANGKAPINANG, BABELREVIEW -- Lidi Nipah. Bahan ini melimpah di wilayah Bangka Belitung. Lidi yang merupakan batang tengah pada daun Nipah ini, sebelumnya tidak begitu menarik perhatian masyarakat Bangka Belitung.

Bahkan tak jarang, jika lidi dan daun nipah ini menjadi sampah, dan biasanya bertumpukan di sekitar batang Nipah, atau terkadang dibakar oleh masyarakat jika sudah dianggap mengganggu pemandangan mereka. Untuk sekedar membuat sapu lidi saja juga jarang.

Masyarakat lebih familiar membuat sapu lidi dari lidi daun Kelapa.

Namun siapa sangka, jika di tahun 2020, Lidi Nipah berubah nasib. Dahulunya hanya dipandang sebelah mata dan bahkan menjadi sampah, tapi kini mampu meraup rupiah.

Hampir semua wilayah di pesisir Bangka Belitung sebenarnya memiliki banyak pohon nipah yaitu sejenis palem ini. Nipah merupakan tumbuhan yang hidup di kawasan mangrove.

Nama lain dari nipah adalah Nypa fruticans yang termasuk keluarga palem-paleman. Nipah tumbuh subur di daerah sungai dan rawa dengan kadar air yang asin.

Di wilayah lain di Indonesia, pohon jenis Palem ini termasuk tumbuhan yang penggunaanya sangat luas. Buahnya digunakan sebagai bahan pangan, obat-obatan dan minyak.

Batang dan tangkai daunnya digunakan dalam pembuatan perabotan, bangunan rumah dan perahu. Daunnya digunakan sebagai atap, tikar dan pakaian, sedangkan ijuknya digunakan untuk membuat sapu.

Adalah masyarakat Desa Kota Kapur Kecamatan Mendobarat Kabupaten Bangka Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, yang melirik potensi dari pohon Nipah ini.

Di tengah himpitan ekonomi sebagai dampak pandemi covid-19, telah membuat masyarakat Desa Kota Kapur mencari inovasi penghasilan. Mereka akhinya berhasil membuat inovasi dan potensi baru dalam menciptakan alternatif mata pencaharian masyarakat desa setempat.

Nipah yang selama ini tak begitu diperhatikan ternyata memiliki potensi ekonomi yang sangat menjanjikan.

Kreatifitas masyarakat di tengah pandemi Covid-19 ini, berhasil mengemas Lidi Nipah yang tadinya tidak termanfaatkan menjadi barang komoditas ekspor. Tak tanggung-tanggung, puluhan ton Lidi Nipah kini sudah dikirim ke luar negeri.

Mendengar dan mengetahui adanya kreatifitas dan inovasi masyarakat Desa Kota Kapur, yang berhasil menyulap Lidi Nipah yang sebelumnya terpinggirkan lalu menjadi produk unggulan desa, telah membuat Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman mengaku bangga dan terharu.

Tanaman Nipah yang selama ini dianggap tidak mempunyai nilai dan banyak tumbuh hampir di setiap sungai yang ada di Bangka Belitung,  ternyata mempunyai potensi yang sangat besar untuk meningkatkan ekonomi rakyat.

Kini lidi nipah menjadi potensi yang baru dan harus mendapat perhatian pemerintah daerah dan masyarakat Babel.

Kebahagiaan Gubernu Babel...

  • Halaman
  • 1
  • 2
  • 3