Liga 2 2019: Diwarnai Hujan Kartu Merah, Babel United Kandaskan Persiraja Aceh

kasmirudin
Liga 2 2019: Diwarnai Hujan Kartu Merah, Babel United Kandaskan Persiraja Aceh
Para pemain Babel United merayakan gol yang dicetak Fikri Ardiansyah pada menit ke 33, membuat Babel United Unggul 1-0 atas Persiraja Aceh dalam laga lanjutan Liga 2 2019 di Stadion Depati Amir Pangkal Pinang, Jumat (2/8/2019). (Foto: Fierly)

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID – Babel United terus meraih hasil positif di kompetisi Liga 2 Indonesia, dengan mengandaskan Persiraja Banda Aceh pada pekan ke 9 Wilayah Barat di Stadion Depati Amir Pangkal Pinang, Jumat (2/8/2019).

Di babak pertama, Babel United yang mengenakan kostum biru-putih dan Persiraja dengan kostum warna orange, tampak bermain hati-hati di awal laga.

Persiraja bermain apik dengan memainkan bola lambung, mampu merepotkan lini belakang Babel United.

Babel United tidak tinggal diam, melalui serangan balik, pemain Persiraja agak kelabakan dan melakukan pelanggaran keras. Kartu kuning untuk pemain Persiraja.

Pada menit 27, Persiraja mendapat peluang emas, namun bola sodoran melambung tinggi di atas mistar gawang Babel United yang dikawal Pagliuca Rossi.

Pada  menit 33, Babel United mampu memecahkan kebuntuan melalui kaki Fikri Ardiansyah. Gol tercipta berawal dari sepak pojok, bola liar depan gawang Persiraja yang dikawal F Kuba dihantam Fikri. Papan skor pun berubah 1-0 untuk Babel United.

Menjelang berakhirnya babak pertama, petaka bagi Babel United setelah bek tengah Deki Rolias Chandra diganjar kartu merah setelah mendapat kartu kuning kedua akibat pelanggaran keras. Babel United menutup babak pertama dengan unggul 1-0 serta bermain dengan 10 orang.

Di babak kedua, baik pelatih Babel United dan Persiraja melakukan pergantian pemain.  Di kubu Babel United, Agus Indra ditarik keluar dan diganti oleh Ridwan, sedangkan di kubu Persiraja, Mudasir digantikan oleh Irvan Yunus Mofu.

Walaupun bermain dengan 10 orang, tidak mengendurkan serangan Babel United. Jual beli serangan terjadi di babak kedua ini.

Laga yang berlangsung di bawah terik matahari berlangsung keras. Setelah pemain Babel United yang terkena kartu merah pada akhir babak pertama, di menit 47 giliran pemain Persiraja yang juga mendapat kartu merah, setelah Andika Kurniawan mendapat dua kartu kuning. Kedua tim harus bermain dengan 10 pemain.

Babel United bisa saja memperbesar kedudukan, andai saja tendangan bebas Fikri Ardiansyah tidak melebar tipis dari gawang Persiraja.

Pelatih Babel United,  Putu Gede melakukan pergantian pemain guna menambah daya gedor dan stamina baru dengan memasukan Samsudin yang menggantikan Nur Akbar Jawara.

Pertandingan berlangsung keras, gelandang enerjik Babel United Fikri Ardiansyah yang sedang menggiring bola harus dilanggar keras oleh pemain Persiraja. Tak terima dengan keputusan wasit, pemain Persiraja pun menyerbu wasit. Sehingga membuat pertandingan sempat dihentikan.

Babel United melancarkan serangan melalui sisi kiri pertahanan Persiraja. Penyerang Babel United, M. Irvan mampu merepotkan lini pertahanan Persiraja.

KetegasanwWasit Agung dari Tegal kembali memakan korban. Pemain Persiraja kembali diganjar kartu merah, setelah menjegal penyerang Babel United M.Irvan,  Andri Abu bakar yang sebelumnya telah mendapat kartu kuning harus mengakhiri laga lebih cepat setelah mendapat kartu kuning kedua.

Guna mencari tenaga baru dalam barisan penyerang, Pelatih Babel United menarik keluar penyerang M.Irvan dengan memasukkan Agi Pratama.

Kendati Persiraja harus bermain dengan sembilan orang, serta tambahan waktu yang diberikan tiga menit, tak ada lagi gol yang tercipta. Kedudukan tetap 1-0 untuk keunggulan Babel United.

Dengan hasil ini membuat posisi Babel United merangsek ke posisi atas klasemen sementara Liga 2 2019 Wilayah Barat dengan mengumpulkan 16 poin dan tertinggal 2 poin dari Persiraja yang berada di puncak klasemen. Pada pekan ke-10, Babel United akan berhadapan dengan Persita Tangerang, di Stadion Depati Amir Pangkal Pinang, 7 Agustus 2019. (BBR)


Penulis  : Andre
Editor    : Kasmir
Sumber : Babel Review