Lintas Timur Dilirik sebagai Daya Tarik Wisata Baru

Admin
Lintas Timur Dilirik sebagai Daya Tarik Wisata Baru
FOTO :( FERLY ADITYA )

SUNGAILIAT,BABELREVIEW – Wilayah timur Pulau Bangka memiliki garis pantai yang membentang dari utara hingga selatan. Beberapa kawasan pantai sudah menjadi destinasi wisata yang dikembangkan oleh pemerintah daerah,kelompok adar wisata maupun perusahaan swasta.

Salah satunya  adalah garis pantai di wilayah lintas timur yang kini menjadi kawasan strategis baru Kawasan Lintas Timur juga disebut sebagai gerbang Kabupaten Bangka. Berbagai tapak pariwisata lahir seiring dengan pembangunan infrastruktur di kawasan tersebut, seperti Pantai Pukan, Pantai Temberan, Pantai Takari dan Pantai Tikus Emas. Bahkan Jembatan Emas pun kini seolah menjadi ikon kawasan lintas timur.   

Menurut Kasi Daya Tarik Wisata Dinas Pariwisata Bangka Belitung Yuliarsah, kawasan lintas timur memiliki potensi besar dalam sektor pariwisata. Bahkan pemerintah provinsi memasukan kawasan tersebut dalam perencanaan pariwisata meliputi daerah Belinyu, Sungailiat dan sekitarnya yang memiliki tematik pariwisata budaya pesisir Bangka.

“Jadi secara perencanaan di dalam rancangan tata ruang wilayah lintas timur masuk dalam kawasan strategis pariwisata provinsi. Beberapa tahun terakhir banyak yang ingin mengelola hutan lindung itu sebagai daya tarik wisata,” jelasnya. Namun karena kawasan tersebut masih dalam status hutan lindung pantai, maka kebijakan pemanfaatannya pun harus mengikuti aturan.

Dikatakannya, walaupun kawasan itu sudah mendapat izin sebagai lokasi wisata namun fungsi utama hutan lindung harus tetap dijaga. Pemprov dalam hal ini Dinas Pariwisata juga memantau pengembangan di kawasan itu agar perencanaan provinsi dan kabupaten tetap terintegrasi. Hal senada dikatakan Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bangka Asep Setiawan, kawasan lintas timur memiliki prospek yang sangat bagus. Ini terbukti dalam beberapa tahun terakhir dari kelompok masyarakat dan pihak swasta melirik potensi pariwisata.

Karena masih ada beberapa kawasan yang belum dikembangkan. “Dari pengusaha ada dua yang kini sedang melakukan proses perizinan untuk pemanfaatan kawasan pariwisata. Kalau kelompok masyarakat sudah ada beberapa yang sudah jalan, seperti Pantai Mang Kalok, Temberan, Pukan dan lainnya,” katanya Namun menurut Asep, potensi ini harus dikelola dengan baik dan terencana.

Langkah pertama dikatakanya  harus ada pembinaan kelompok masyarakat atau kelompok sadar wisata. “Yang harus dipersiapkan SDMnya, contohnya ketika datang pengunjung mereka belum memahami karena pola pikir pariwisatanya belum ada. Misalnya ada satu rombongan ke kebun harus dilayani. Jadi pola pikir ke arah pemanfaatan kunjungan harus tumbuh,” katanya.

Perlu Kesinambungan Menurutnya, pembinaan kelompok masyarakat yang selama ini dilakukan pemerintah kabupaten sudah baik, namun juga perlu berkesinambungan dan didukung oleh pemdes dan masyarakat setempat. Bentuk pembinaan yang dilakukan juga mengikuti karakter masingmasing daerah, seperti Desa Rebo melibatkan kelompok nelayan dan pecinta alam untuk penataan Pantai Mang Kalok dan Pantai Takari.

“Selain itu, kedepannya yang perlu kita tata adalah keseragaman pungutan, baik itu kepentingannya untuk kas desa, karang taruna dan lainnya. Nanti akan kami tetapkan dan dilakukan pembinaan,” ujarnya. Asep menjelaskan, pemanfaatan hutan lindung pantai di kawasan lintas timur saat ini dilakukan oleh kelompok masyarakat dengan tetap mematuhi aturan.

Namun beberapa tahun ini juga dikatakannya banyak dari kalangan pengusaha atau perorangan yang ingin berinvestasi mengembangkan pariwisata di kawasan tersebut. “Kalau swasta harus ada izin proses jasa lingkungan dari kementerian lingkungan hidup dan pemerintah provinsi. Tentunya pemkab mendukung sektor pariwisata, dipersilahkan untuk rencana dan penataannya seperti apa,” jelasnya.

 Asep berharap kawasan lintas timur dapat menjadi gerbang Kabupaten Bangka yang terus berkembang dan dimanfaatkan oleh masyarakat dengan baik. “Mari kita berangkat dari pariwisata. Pola pikir masyarakat perlu diubah dari pertambangan ke sektor pariwisata seperti di Belitung yang sudah komitmen menolak pertambangan,” ujarnya.

Kawasan lintas timur yang dilirik kelompok masyarakat dan swasta sebagai daya tarik wisaya baru adalah bukti potensi yang perlu dimanfaatkan secara benar. Apabila demikian, bukan tidak mungkin kawasan tersebut dapat tumbuh menjadi primadona produk pariwisata di Bangka Belitung. (BBR)


Penulis :Irwan
Editor   :Sanjay
Sumber :Babelreview