Mahasiswa KKN UBB Olah Sampah Pasar  Pangkalpinang Jadi Pupuk Organik Cair 

Ahada
Mahasiswa KKN UBB Olah Sampah Pasar  Pangkalpinang Jadi Pupuk Organik Cair 
Mahasiswa KKN Tematik UBB Angkatan XV berfoto bersama Lurah Batin Tikal Erni dan DPL KKN UBB Eddy Jajang, usai bersilaturahmi dengan lurah dan staf di Kantor Kelurahan Batin Tikal, Pangkalpinang, Senin (13/07/2020). (Eddi Jajang)
Mahasiswa KKN UBB  mengolah sampah dari Pasar A Yani Pangkalpinang  menjadi pupuk organik cair (POC). Proses fermentasi POC berlangsung di Laboratorium Agribisnis, Kampus Terpadu UBB, Balun Ijuk. (Eddy Jajang)
Mahasiswa KKN UBB  mengolah sampah dari Pasar A Yani Pangkalpinang  menjadi pupuk organik cair (POC). Proses fermentasi POC berlangsung di Laboratorium Agribisnis, Kampus Terpadu UBB, Balun Ijuk. (Eddy Jajang)
PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID --  15 mahasiswa Universitas Bangka Belitung (UBB) saat ini sedang memproses sampah Pasar Pagi Jalan A Yani Pangkalpinang menjadi pupuk organik cair (POC).  
Selanjutnya POC  dari sampah organik pasar itu  akan dibagikan kepada warga setempat, untuk mendukung kesediaan pupuk bagi pelaku dan penghobi  pertanian di perkotaan (urban farming).
Hal tersebut dikemukakan Eriko, Ketua Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik UBB Angkatan XV, saat bersilaturahmi dengan Lurah  Batin Tikal, Erni Lindasari,   Senin (13/07/2020).
“Selain memberikan POC yang sudah jadi,  kami juga mensosialisasikan    proses  membuat  POC itu kepada komunitas pecinta tanaman di Batin Tikal,” ujar Eriko.
Eriko didampingi Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN UBB Eddy Jajang J Atmaja, bersama 14 mahasiswa KKN UBB lainnya memaparkan  program kerja (proker) KKN di Kelurahan Batin Tikal. 
KKN Tematik UBB berlangsung selama satu bulan lebih, terhitung sejak 15 Juli hingga 19 Agustus 2020. 
Mengabil tema ‘Berkreasi dari Rumah untuk Pencegahan dan Edukasi Covid 19”, KKN menggarap empat bidang, yaitu pendidikan, kesehatan, lingkungan dan sosial kemasyarakatan.
“Meski begitu, pelaksanaan KKN tetap akan  menerapkan semua protokol pencegahan dan penanggulangan Covid-19, seperti tidak boleh kontak fisik, menjaga jarak, dan selalu mecuci tangan,” tukas Eddy Jajang.
Menjawab pertanyaan Lurah Erni, Eriko mengemukakan sepuluh proker KKN UBB di Batin Tikal lebih banyak dalam bentuk virtual. 
Hal ini dilakukan karena memang petunjuk pelaksanaan KKN lebih mengutamakan melalui  media sosial dan internet.
Proker KKN UBB di Batin Tikal itu antara lain  membuat tempat cuci tangan, menyalurkan sembako,  membagikan handsanitizer, video edukasi pencegahan Covid 19, pupuk organik cair, membuat masker dari  bahan kain,  penyuluhan urban farming, membagikan sembako, dan membuat virtual tourism.
Lurah Erni menyambut baik kedatangan 15 mahasiswa dan DP KKN.  Ia pun  mengaku gembira karena  UBB telah memilih kelurahannya sebagai lokasi KKN.
“Kami dengan tangan terbuka menerima adik-adik KKN di sini.  Silakan berkreasi, saya siap dihubungi kapan pun.  Staf saya akan selalu mendukung program KKN ini,” ujar Erni.
Pada kesempatan itu ia menjelaskan kondisi Kelurahan Batin Tikal. 
Terletak di pusat kota, luas kelurahan ini 61,6 hektar.  Terdiri dari sembilan rukun tetangga (RT) dan tiga rukun warga (RW). 
Jumlah penduduk Batin Tikal 3.095 orang,  sebagian besar berpendidikan tinggi. 
Pekerjaan penduduk beragam, mulai dari sektor formal hingga pedagang (non formal).   Di Pulau Bangka, Batin Tikal dikenal sebagai pusat kuliner. 
“Di sini (Batin Tikal-red) hampir di semua tempat umum sudah ada tempat mencuci tangan.  Ada yang dibuat warga, dan ada sumbangan perusahaan.  Nah, silakan buat tempat cuci tangan pada lokasi yang belum ada tempat cuci tangannya,” ujar Erni.
 
Menyalurkan sembako..
 
  • Halaman
  • 1
  • 2