MERAWANG, BABELREVIEW.CO.ID – Mahasiswa Universitas Bangka Belitung dari Program Studi Manajemen dan Teknik Mesin melaksanakan project kolaborasi dengan tema “Bermain Bersama, Berbeda Tidak Jadi Penghalang” di SD Negeri 14 Merawang, sebagai bagian dari Pembelajaran Berbasis Proyek pada mata kuliah Pendidikan Pancasila.
Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan pentingnya nilai toleransi kepada siswa sejak usia dini. Pembukaan kegiatan dipandu oleh Ketua Koordinator, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi mengenai makna toleransi yang disampaikan oleh Mytha Septianty.
Setelah sesi materi, kegiatan dilanjutkan dengan permainan “estafet kardus”, sebuah permainan yang dirancang untuk melatih sikap kerja sama tanpa membeda-bedakan kemampuan maupun latar belakang siswa. Dalam permainan ini, para siswa harus bekerja sama mengoper kardus secara berantai hingga mencapai garis akhir. Kekompakan menjadi kunci utama agar kelompok tidak terputus.
Ketua Koordinator, Juniver, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar hiburan, tetapi sarana menanamkan nilai kebersamaan sejak dini.
“Kami ingin siswa memahami bahwa perbedaan bukan alasan untuk membatasi pertemanan. Justru, saat kita bekerja sama, semua perbedaan dapat menciptakan kekuatan,” ujarnya.
Kolaborasi dua prodi ini juga memberikan pengalaman belajar bagi mahasiswa. Setiap anggota memiliki tugas berbeda namun saling mendukung dalam pelaksanaan kegiatan.
Salah satu siswa kelas 5 turut mengapresiasi kegiatan tersebut.
“Kegiatan ini sangat seru, pesan saya semoga kegiatan ini masih terus berlanjut,” ujar siswa tersebut.
Kegiatan ditutup dengan sesi refleksi dan foto bersama. Melalui kegiatan ini, mahasiswa berharap nilai toleransi dapat tertanam dalam diri siswa dan terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah maupun lingkungan pertemanan. Pesan utama yang ingin disampaikan adalah bahwa perbedaan tidak menjadi penghalang untuk bermain bersama.









