Makam Dirusak, Ketua Rukun Kematian Kampak Lapor Polisi

kasmirudin
Makam Dirusak, Ketua Rukun Kematian Kampak Lapor Polisi
Pengurus rukun kematian Kampak, Kecamatan Gerunggang Pangkalpinang saat melaporkan pengerusakan makam, Jumat (15/5/2020). (Foto: Gusti Randa)

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID -- Tak hanya diduga melakukan pencaplokan dan memperjualbelikan lahan, oknum warga tersebut juga melakukan pengerusakan dan pembongkaran dua makam di lahan milik Pemkot Pangkalpinang di kawasan Kampak, Kecamatan Gerunggang.

Ketua Rukun Kematian Kampak, Nur Muhammad mengaku terkejut atas tindakan oknum warga tersebut. Dua makam tersebut rata dengan tanah, batu nisan kedua makam pun dibuang oleh oknum tersebut.

"Karena adanya pengerusakan makam di lahan itu, kami sebagai Rukun Kematian setempat merasa oknum itu sudah kelewat batas. Sehingga kami melaporkannya ke polisi," ujar Nur, Jumat (15/5/2020).

Nur mengatakan, selain melapor ke polisi, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Pemkot Pangkalpinang terkait masalah itu.

Ia juga meminta, agar aparat kepolisian dapat bertindak segera atas rusaknya dua makam di lahan tersebut. Sebab katanya lahan itu memang akan difungsikan Pemkot sebagai lokasi perkuburan umum.

"Kami juga minta Pemkot Pangkalpinang menjamin lahan kubur kampak itu agar aman. Jangan sampai dicaplok lagi oleh oknum yang tidak bertanggung jawab,"tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Badan Keuangan Daerah, Syafarudin mengatakan, memang lahan seluas 3,4 Ha itu sudah dibebaskan pada tahun 2007 silam yang diperuntukkan sebagai lokasi pemakaman umum.

"Rukun Kematian Kampak sudah pernah mengajukan agar lahan dimanfaatkan untuk perkuburan. Lahan itu memang dibebaskan untuk pemakaman umum. Sudah ada yang dimakamkan disana. Soal pagar sudah kita koordinasi dengan Dinas Perkim dan PU," jelasnya.

Udin pun menegaskan, kuburan warga di lokasi itu pun saat ini dibongkar oleh oknum warga yang mencaplok lahan tersebut. Namun permasalahan ini sudah dilaporkan oleh warga ke Polisi.

"Intinya, kami koordinasikan ke dinas terkait agar dipagar. Kalau tidak dipagar selamanya akan seperti ini," ucapnya. (BBR)


Penulis : Gusti Randa

Editor   : Kasmir