Makam Syaikh KH Abdus Shamad Dibangun Sederhana di Kemuje, Ulama Besar Ini Murid Syaikh KH Abdurrahman Siddik

Kusuma Jaya
Makam Syaikh KH Abdus Shamad Dibangun Sederhana di Kemuje, Ulama Besar Ini Murid Syaikh KH Abdurrahman Siddik
Makam ulama penyebar Islam di Pulau Bangka, Syaikh KH Abdus Shamad ini berada di Desa Kemuje Kecamatan Mendobarat Kabupaten Bangka Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. (fierly/babelreview)
Makam ulama penyebar Islam di Pulau Bangka, Syaikh KH Abdus Shamad ini berada di Desa Kemuje Kecamatan Mendobarat Kabupaten Bangka Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. (fierly/babelreview)
Makam ulama penyebar Islam di Pulau Bangka, Syaikh KH Abdus Shamad ini berada di Desa Kemuje Kecamatan Mendobarat Kabupaten Bangka Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. (fierly/babelreview)

BANGKA, BABELREVIEW.CO.ID --- Penyebaran agama Islam di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung biasanya disematkan pada seorang ulama dengan keilmuan agama Islam yang tinggi, mulai dari perilaku, perbuatan, dan sikapnya atau untuk orang-orang yang telah sampai pada derajat keutamaan. Biasanya para ulama ini sering disebut Syaikh.

Pada kesempatan kali ini, Tim Babel Review on Trip berziarah ke makam seorang ulama termasyur, Syaikh KH Abdus Shamad Bin H Saman, yang berlokasi di Pemakaman Umum Desa Kemuja, Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Pada komplek pemakaman ini juga terdapat beberapa makam keluarga atau keturunan Syaikh KH Abdus Shamad Bin H Saman.

Menurut keterangan Guru Rosidi Bin Badrun cucu dari Syekh KH Abdus Shamad Bin H Saman, sosok Syaikh KH Abdus Shamad pernah bernaung di Makkah selama 30 tahun dan merupakan salah satu murid dari Syaikh KH Abdurrahman Siddiq.

"Syekh KH Abdus Shamad meninggal pada Tahun 1980. Untuk lahan makam ini milik milik pribadi," kata Guru Rosidi.

Kemudian, untuk menakzimkan makam tersebut, para keturunan dan masyarakat Kemuja menutup makam dengan kelambu, agar makam tetap terjaga kebersihannya.

"Tentunya menutup makam dengan kelambu ini bukan maksud apa-apa, namun untuk menjaga dan menghormati jasa Syaikh KH Abdus Shamad semasa hidupnya, karena telah menegakkan ajaran Islam di Desa Kemuja ini," ucapnya.

Guru Rosidi berharap, makam Syaikh KH Abdus Shamad ini dapat terus dikenang dan diketahui masyarakat Provinsi Babel.

"Kami juga berharap kawasan makam ini dapat menjadi representatif. Harapan kami bangunan yang mulai rusak ini bisa dibangun lebih baik lagi, dan tak perlu megah. Yang terpenting saat orang yang berziarah ke makam kakek kami ini lebih nyaman," ujar Guru Rosidi, di dampingi Nurhudin Bin Syarifudin, sepupunya yang juga masih cucu dari Syaihk KH Abdus Shamad beserta beberapa tokoh masyarakat Desa Kemuje. (BBR)
Laporan: gusti