Makan Bedulang, Tradisi Sarat Nilai Kebersamaan

Admin
Makan Bedulang, Tradisi Sarat Nilai Kebersamaan
Foto: Ichsan Husein

BELITUNG, BANGKA BELITUNG REVIEW --  Perayaan Maras Taun di Membalong, Kabupaten Belitung berlangsung meriah. Yang paling dinanti warga tentu tradisi Makan Tanggong atau Makan Bedulang yang tahun ini digelar besar-besaran. Tak tanggung-tanggung, 1000 dulang disiapkan panitia. Dulang-dulang tersebut kemudian disusun rapi di sepanjang jalan desa yang di atasnya sudah dipasang tenda terpal. Setelah dilakukan doa bersama, masyarakat pun bersama-sama menyantap hidangan yang ada di dulang.

Satu dulang biasanya disantap untuk empat orang. Nasi dibungkus menggunakan daun simpur beserta lauknya yang berisi bihun dan kerang. Selain nasi, pada dulang yang sama juga ada ketan yang begitu pas dinikmati dengan selai gula aren bercampur rasa durian. Sementara itu aneka makanan lain seperti gangan, sate ikan, dan sambal serai siap jadi pilihan yang tersedia di dulang yang lain.

Tradisi Makan Bedulang kali ini makin istimewa dengan kehadiran Sonia Fergina Citra, Puteri Indonesia 2018. Sonia tak sungkan duduk bersama warga lain untuk menikmati makanan di dulangnya. Momen saat makan bedulang pun ia posting di akun instagram-nya @soniafergina. Sonia pun menyampaikan makna filosofis yang terkandung dalam tradisi makan Bedulang.

“Duduk sama rata, berdiri sama tinggi yang menjadi keterkaitan erat antara sistem sosial dan ekologi Pulau Belitung,” jelas Sonia. Ke depannya ia berharap tradisi budaya seperti ini dapat terus dilestarikan.“Ini warisan budaya masyarakat Belitung,” tambah Sonia.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Kerukunan Dukun se-Pulau Belitung, Mukti Maharip menyebut tradisi Makan Bedulang menekankan pada konsep hubungan manusia dengan lingkungan alam sekitarnya.“Alam telah menyediakan berbagai kebutuhan bagi manusia,” ungkapnya. 

Ia juga menyebut Makan Bedulang sarat nilai-nilai kebersamaan sesama anggota masyarakat.“Duduk bersama, bukan meremehkan, tapi itulah tradisi kamek (kami-red), tradisi Pulau Belitung,” pungkas pria yang akrab disapa Kik Mukti tersebut. (BBR)


Penulis :Ichsan Husein
Editor   :Sanjay
Sumber :Babelreview