Manfaatkan Lahan Bekas Tambang, KPHP Bubus Panca Bersama HKTI Bangka Lakukan Penanaman Bibit Jambu Mente

Ibnuwasisto
Manfaatkan Lahan Bekas Tambang, KPHP Bubus Panca Bersama HKTI Bangka Lakukan Penanaman Bibit Jambu Mente
KPHP Bubus Panca Unit III Bangka bersama HKTI Kabupaten Bangka dan stakeholder lainnya saat melakukan penanaman pohon bibit jambu mente di lahan bekas tambang di Kecamatan Belinyu, Selasa (30/6/2020). (Foto.Ist)

BELINYU, BABELREVIEW.CO.ID - Dalam menjaga keseimbangan lingkungan, KPHP Bubus Panca Unit III Bangka bersama dengan HKTI Kabupaten Bangka, Istana Kawi Kencana, Kelompok Tani Hutan Gunung Asem dan leading sektor lainnya melakukan reklamasi lahan eks tambang timah.

Pada kesempatan ini, reklamasi dilaksanakan dengan menanam tanaman pohon jambu mente di lahan konsesi milik Istana Kawi Kencana (IKK) seluas kurang lebih 40 hektar yang berada di Kecamatan Belinyu, Selasa (30/6/2020).

Kepala KPHP Bubus Panca Unit III Bangka, Ruswanda mengatakan tujuan penanaman pohon jambu mente untuk melakukan penghijauan lahan yang gersang akibat aktivitas penambangan.

"Mudah-mudahan dengan program penanaman jambu mente ini nantinya dapat memberikan dampak ekonomi kepada masyarakat, khususnya bagi kelompok tani gunung asem. Dengan seperti ini untuk memotivasi masyarakat agar lebih mencintai dan menyayangi lingkungan," ungkapnya.  

Dengan harapan kedepan kegiatan aktivitas penambangan akan berkurang dan kembali pada kegiatan penanaman tumbuhan yang bermanfaat dan berguna bagi ekosistem yang lebih baik bagi masyarakat dan bangsa.

"Kita mengharapkan bagi semua pihak untuk memotivasi agar semua tanah yang kosong dapat dimanfaatkan bagi kepentingan masyarakat. Yang kedepannya dapat membantu ekonomi menjadi lebih baik. Harapan kita kedepan satu satunya adalah mengembalikan habitat hutan yang sesungguhnya," kata Ruswanda.

Sementara itu Ketua HKTI Kabupaten Bangka, Jupri AS juga menyampaikan bahwa sektor pertambangan semakin hari sumbernya akan terjadi penurunan. Dan harga pasir timah saat ini harganya juga semakin jatuh.

Menurutnya, semua seluruh stakeholder harus bisa mengupayakan dalam pemanfaatan dan pengolahan lahan bekas tambang untuk dijadikan lahan pertanian. Hal inilah sebagai upaya untuk menghadapi hidup disaat era pasca tambang.

"Jangan sampai kehidupan masyarakat nantinya kesulitan pada saat hasil tambang sudah mulai menipis dan habis. Dengan adanya program penanaman seperti hari ini, kedepannya bisa dijadikan sebagai modal yang dapat berdampak pada sektor perekonomian masyarakat. Karena saat ini sektor pertanian adalah solusi yang paling tepat," imbuh Jupri AS.

Ia menegaskan bahwa dengan banyaknya lahan yang rusak akibat adanya penambangan pasir timah harus dengan segera dilakukan reklamasi, hal tersebut sebagai upaya dalam menambah luas lahan pertanian yang ada di Kabupaten Bangka.

"Baik lahan bekas tambang maupun lahan tidur, harus segera di garap guna untuk penambahan lahan pertanian dan sekaligus untuk memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat, khususnya bagi para petani," tukasnya.


Penulis : Ibnu

Editor :

Sumber : Babel Review