Masih Banyak Warga Lupa Pakai Masker di Pantai Pasir Padi, Rio: Kita Harus Patuhi Protokol Covid

Ahada
Masih Banyak Warga Lupa Pakai Masker di Pantai Pasir Padi, Rio: Kita Harus Patuhi Protokol Covid
Anggota DPRD Kota Pangkalpinang, Rio Setiady. (Gusti/babelreview.co.id)

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID -- Saat ini Pantai Pasir Padi sudah dibuka kembali untuk umum. Hanya sayangnya, meski sudah sering diingatkan petugas dan aparat agar selalu menggunakan masker, ternyata masih banyak warga yang belum disiplin dan patuh terhadap protokol kesehatan.

Hal ini menjadi perhatian Anggota DPRD Kota Pangkalpinang, Rio Setiady.

Menurut politisi PKS ini, dengan dibukanya kembali Pantai Pasir Padi yang sempat tutup hampit tiga bulan ini, masyarakat akan lebih perduli terhadap kesehatan.

"Saya kira dengan pembukaan Pantai Pasir Padi, yang selama ini ditutup juga disertai dengan sosialisasi serta fasilitas pencegahan Covid-19, ternyata masih banyak warga yang lalai," ujarnya.

Melihat pengunjung di Pasir Padi Minggu (21/6/2020), Rio berharap petugas dan aparat yang berwenang terhadap persoalan covid-19 ini, tampaknya harus kerja ekstra lagi.

Anjuran dan himbauan untuk menggunakan masker di tempat keramaian selama lebih dari tiga bulan ini, ternyata masih banyak warga yang tidak disiplin.

"Saya berharap Dinas Parawisata Kota Pangkalpinang bergerak cepat menyiapkan fasilitas dan sosialiasi terkait pencegahan Covid-19 di kawasan wisata Pantai Pasir Padi. Jika tidak, saya khawatir masyarakat kita akan semakin lupa bahwa mereka wajib mematuhi protokol kesehatan di lokasi keramaian seperti Pantai Pasir Padi ini," ungkap Rio.

Menurut Rio, selaian petugas harus datang dan menegur langsung warga yang tidak patuh protokol kesehatan, perlu juga dipasang  spanduk ataupun media sosialisasi kembali.

"Misalnya memasang beberap spanduk atau baleho di sepanjang pantai. Dan juga bisa poster-poster di tenpel di warung-warung atau  fasilitas umum yang sering digunakan pengunjung pantai," tukas Rio.

Sebagai anggoga dewan, Rio meminta Dinas Pariwisata atau gugus tugas covid-19 untuk segera eksekusi pelaksanaan protokol Covid-19 termasuk di  tempat wisata.

"Masyarakat yang selama ini sudah berdiam diri di rumah, tentu membutuhkan suasana lain dan mereka biasanya menghabiskan waktu bersama keluarga di tempat wisata, termasuk di Pantai Pasir Padi. Untuk pedagang- pedagang yang selama ini tidak berjualan sekarang terlihat, sudah mulai ada yang menjajakan dagangannya dengan membuka lapak yang selama ini tutup. Meski begitu, tentu disiplin dan kepatuhan warga terhadap peraturan yang telah dibuat pemerintah harus dilakukan. Tujuannya tidak lain untuk kemaslahatan kita bersama," ucap Rio.

Lanjut Rio, dengan adanya para pedagang berjualan di kawasan Pasir Padi tersebut akan kembali memutar roda ekonomi di seputaran Pantai Pasir Padi yang selama ini sempat terhenti, karena protokol pencegahan Covid-18, yang mengharuskan menutup tempat-tempat wisata.

"Saya kira pembagian masker, spanduk sosialisasi, fasilitas cuci tangan dan yang paling penting adalah menyiapkan petugas yang standby lokasi guna memantau aktivitas masyarakat di pantai agar tetap menjaga jarak dan tidak ada ke rumunan masa," ungkapnya.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Pangkalpinang ini juga menuturkan, pada hari Sabtu dan Minggu adalah hari yang paling ramai pengunjung di Pantai Pasir Padi.

"Kami dari Komisi II DPRD Kota Pangkalpinang, akan terus memantau dan mengawasi kepatuhan dan kedisiplinan terhadap protokol kesehatan ini. Kita berharap kebijakan pemerintah khususnya dalam memberikan hak-hak masyarakat untuk dapat leluasa mengunjungi tempat wisata saat unu, harus dibarengi dengan tetap menjaga protokol pencegahan Covid-19," ujarnya. (BBR)
Laporan: gusti randa