Masih Tergantung Dana Pusat, Sumbangan PAD Bateng Untuk APBD 2021 Hanya 11,4 Persen

Ahada
Masih Tergantung Dana Pusat, Sumbangan PAD Bateng Untuk APBD 2021 Hanya 11,4 Persen
Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah. (ilustrasi)

BANGKA TENGAH, BABELREVIEW.CO.ID -- Keuangan daerah Kabupaten Bangka Tengah masih sangat bergantung dari kucuran dana-dana pusat.

Hal ini menunjukkan masih kurangnya kemandirian keuangan daerah serta belum optimalnya Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Dari data yang dihimpun Babelreview.co.id, untuk rincian APBD tahun 2021, PAD Bangka Tengah hanya menyumbang kurang lebih 11,4 persen dari total angaran belanja.

Artinya 88,6 persen APBD Kabupaten Bangka Tengah masih sangat tergantung dari dana transfer pusat.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Bangka Tengah, Cherlini mengakui kemandirian keuangan daerah dari sisi PAD belum kuat.

Hal ini tampak dari struktur APBD Bangka Tengah tahun 2021 yang mencapai sekitar Rp 941.665.400.000

"Dari APBD sebesar Rp 941.665.400.000 tersebut berasal dari dana alokasi umum (DAU) Rp 431.227.177.000, Dana Alokasi Khusus (DAK) Rp 124.735.497.000, Dana Insentif Daerah (DID) Rp 51.265.068.000 dan Dana Bagi Hasil (DBH) Rp 55.764.309.000. Sedangkan PAD Bangka Tengah hanya menyumbang 102.357.589.000," ujarnya, Selasa (1/12/2020).

Ia menerangkan, dalam APBD 2021 ada penurunan alokasi dana pusat seperti DAU Reguler, DAK dan DID. Sehingga ada penyesuaian dalam realisasi kegiatan di 2021.

"Untuk APBD 2021, ada pengurangan alokasi dana pusat dibanding tahun 2020 diantaranya DAU Reguler berkurang Rp 34.628.983.000, DAK Rp 53.862.575.000 dan DID Rp 8.655.637.00," pungkasnya. (BBR)
Laporan: faisal