Masjid Agung Sungailiat, simbolik keragaman dan berbudaya

Admin
Masjid Agung Sungailiat, simbolik keragaman dan berbudaya
Foto:Ibnu

Dari kejauhan terlihat sebuah bangunan yang sangat mencolok. Bangunan itu kelihatan sangat megah dengan luas sekira 2,4 hektare yang berdiri kokoh di tengahtengah area seluas 20 hektare, yang di sekitarnya terdapat pepohonan, pekuburan, rumah karyawan dan gedung yayasan. Bangunan itu adalah Masjid Agung Sungailiat, kubah yang ditempel keramik dengan beraneka warna seperti hijau, kuning dan merah yang membuat Masjid ini semakin kelihatan istimewa.

Warna dari kubah tersebut mempunyai makna simbolik keragaman agama dan budaya di Kabupaten Bangka. Tidak banyak yang orang tahu, ternyata puncak kubah Masjid Agung ini dilapisi dengan emas murni. Tidak hanya dijadikan sebagai tempat wisata religi, masjid ini juga dijadikan obyek wisata sejarah.

Sebelum dibangun masjid, tempat tersebut merupakan area makam orang Tionghoa. Setelah dilakukan pembicaraan dengan pihak keluarga, maka satu persatu kuburan tersebut dipindahkan. Saat ini Kabupaten Bangka sedang gencar membangun tempat destinasi wisata setelah menurunnya pendapatan pengelolaan dari hasil pertambangan bijih timah.

Setelah dilakukan renovasi, Masjid Agung ini diresmikan oleh Gubernur Sumatera Selatan Sainan Sagiman pada tahun 1983, dan saat ini Masjid Agung menjadi daya tarik tersendiri buat wisatawan yang datang ke Kota Sungailiat. Pasalnya, Masjid Agung merupakan bangunan ibadah umat muslim yang dibangun pertama di Sungailiat pada tahun 1970 dan dijadikan sebagai pusat Pemerintahan Kabupaten Bangka.

Saat itu masih berupa mushola dengan berdaya tampung terbatas, sehingga dilakukan renovasi pada tahun 1979 dan selesai pada tahun 1983, yang memiliki daya tampung 1.700 jemaah. Sejak tahun 2000 Masjid Agung mulai dilakukan rehabilitasi kembali secara bertahap.

Seperti penambahan tempat wudhu, ornamen kaligraf, pembuatan perpustakaan masjid. Saat ini luas Masjid Agung menjadi 35 x 30 meter dan dapat menampung 2.500 jemaah. Ketua Pengurus Masjid Agung, Syaiful Zohri mengatakan Masjid Agung ini dibangun di atas bukit.

Di sekeliing area masjid masih terdapat pohon-pohon yang cukup besar, mempunyai tempat parkir yang sangat luas dan tepat didepannya terdapat Hutan Wisata Kota Sungailiat. "Untuk kegiatan selama bulan Ramadhan ini kita mencoba sedikit ada perbedaan dengan tahun sebelumnya, setiap malam diadakan tadarusan 1  malam 1 juz lebih, yang disiarkan langsung setiap harinya oleh RRI.

 Setiap hari ada empat kali siaran langsung oleh RRI, yakni ceramah menjelang berbuka, pengajian menjelang berbuka, dan ceramah menjelang fajar," ujarnya. Syaiful mengatakan, untuk kegiatan berbuka puasa juga ada perubahan yang dulunya disediakan nasi kotak, sekarang dengan konsep prasmanan.

Dengan konsep tersebut orang yang berbuka puasa ikut meramaikan masjid dengan melakukan sholat maghrib. "Kalau dulu sholat maghrib berjamaah ada seratus orang saja sudah bagus, namun saat ini sudah mencapai 200 hingga 300 jemaah saat sholat maghrib," tutupnya.(BBR)


Penulis :  Ibnu
Editor   :  Sanjay
Sumber  :Babelreview