Masuk dengan Dokumen Rapid Test Palsu, Enam Warga OI Diamankan Polres Babar

kasmirudin
Masuk dengan Dokumen Rapid Test Palsu, Enam Warga OI Diamankan Polres Babar
Polres Bangka Barat bersama Tim Gugus Tugas Bangka Barat menggelar konferensi pers terkait penggunaan surat rapid test palsu saat masuk ke Pelabuhan Tanjung Kalian Muntok, Bangka Barat, yang dipimpin Kapolres Bangka Barat, AKBP Fedriansah SIK, Senin (6/7/2020). (Foto: Istimewa)

MUNTOK, BABELREVIEW.CO.ID -- Polres Bangka Barat bersama Tim Gugus Tugas Bangka Barat menggelar konferensi pers terkait penggunaan surat rapid test palsu saat masuk ke Pelabuhan Tanjung Kalian Muntok, Bangka Barat, yang dipimpin Kapolres Bangka Barat, AKBP Fedriansah SIK, Senin (6/7/2020).

AKBP Fedriansah SIK mengatakan, para pelaku diamankan pada Rabu (1/07/2020) sekira pukul 18.30 WIB di Pelabuhan Tanjung Kalian, Muntok. Pelaku yang berjumlah 6 orang yang menaiki kapal feri,mereka berangkat dari Pelabuhan Tanjung Api-Api Sumatera Selatan dengan tujuan pelabuhan Tanjung kalian Muntok, Bangka Barat.

"Saat dilakukan pemeriksaan oleh anggota Polres Bangka Barat dan Tim Gugus Tugas Bangka Barat, keenam pelaku tersebut menggunakan surat rapid test palsu, dan masih dalam proses penyelidikan," ujar Kapolres Bangka Barat.

Ia menjelaskan, pada saat tiba di Pelabuhan Tanjung Kalian dan dilakukan pemeriksaan/verifikasi dokumen, Tim Gugus Tugas Covid-19 Bangka Barat mencurigai surat hasil tes Imunoserologi (rapid test) milik tersangka RD dan kawan-kawan yang dikeluarkan oleh RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang. Karena pada nomor pasien dan nomor laboratorium pada keenam dokumen tersebut sama.

Setelah dilakukan interogasi terhadap pada tersangka, diperoleh keterangan bahwa mereka tidak melakukan proses rapid test secara langsung berupa pengambilan sampel darah di RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang. Tetapi surat tersebut diperoleh dengan cara membeli dari Iswandi yang merupakan sopir/agen travel yang ada di Kota Palembang seharga Rp 250.000,- per orang termasuk ongkos travel.

Dengan berbekal surat hasil tes Imunoserologi (rapid test) dengan hasil non reaktif (NR) tersebut, RD dan kawan-kawan diperbolehkan melakukan penyeberangan ke Pelabuhan Tanjung Kalian Muntok – Bangka Barat. RD cs dibawa ke Polres Bangka Barat guna proses penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut.

"Adapun Identitas pelaku RD (30), EF (30), AX (36) IH (29), SL (43) dan AS (28). Semuanya warga Kecamatan Kandis Kabupaten Ogan Ilir (OI) Provinsi Sumatera Selatan. Mereka dikenakan dengan Pasal 263 ayat (2) Subs pasal 268 ayat (2) KUHPidana, Pasal 263 KUHPidana, karena dengan sengaja memalsukan dokumen," tutupnya. (BBR)


Penulis : Irwan Aulia/ril

Editor   : Kasmir