Masyarakat Babel Tak Usah Panik, Kabarnya Stok Sembako Aman Selama Ramadhan

Ahada
Masyarakat Babel Tak Usah Panik, Kabarnya Stok Sembako Aman Selama Ramadhan
Suasana pasar Kota Pangkalpinang. (Firly/babelreview.co.id)

PANGKALPINANG, BABEL REVIEW – Kabid Pengembangan Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Bangka Belitung Armaini mengatakan, pihaknya yang juga masuk dalam Satgas Pangan terus memantau dan mengawal ketersediaan dan harga kebutuhan pokok, mulai dari tingkat distributor hingga pedagang.   

“Sampai menjelang Ramadan, Alhamdulillah terjamin aman karena setiap pasokan itu sudah kita terima laporan dari masing-masing distributor selalu tercukupi setiap minggu setiap bulan,” ujar Armaini.

Soal harga gula yang terjadi kenaikan dan ketersediannya sangat rentan, dijelaskan Armaini, memang ada keterbatasan pasokan gula sehingga sedikit ada kenaikan.

Keterbatasan pasokan ini memang dari pabrik sudah terbatas namun pihak pemerintah sudah mengatur jumlah pendistribusiannya ke berbagai daerah sehingga tidak terjadi kelangkaan.

“Oleh sebab itu pemerintah pusat sudah tegas mengatur itu, seperti di Bangka Belitung sudah ditunjuk CV mana yang ditugaskan untuk menerima atau membeli dan memasok gula sehingga harganya tidak melebihi harga wajar. Persoalan gula ini bukan hanya Bangka Belitung saja tetapi secara nasional,” ujarnya.

“Yang perlu kita khawatirkan itu jangan sampai terjadi kelangkaan persediaan barang, karena itu kita tekankan kepada para pedagang usahakan kebutuhan gula apapun caranya harus dipenuhi. Kalau harga naik masih dimaklumi sepanjang harga itu tidak melebihi diatas kewajaran, kecuali nanti sudah ada harga terbaru tidak dibenarkan menjual di atas harga eceran tertinggi (HET),” lanjut Armaini.

Dikatakan Armaini, distribusi bahan pokok melalui pelabuhan sampai saat ini tidak ada kendala dan terpantau aman terkendali.

Walaupun sedang dilanda wabah covid-19, namun bahan pokok menjadi skala prioritas distribusi barang.

“Kami di Perdagangan dan Satgas Pangan akan selalu mengawal kalau ada laporan-laporan dari rekan-rekan pedagang atau distributor. Jika ada yang terhambat distribusinya lewat Pelabuhan Muntok, Pangkalbalam atau Belitung itu pasti dilaporkan ke kami, tapi sampai saat ini belum ada, distributor masih aman lancar terkendali,” katanya.

Sebelumnya Bank Indonesia yang memperkirakan akan terjadi inflasi di Bangka Belitung jelang Ramadan, menanggapi itu Armaini menjelaskan, jelang Ramadan ini bukan karena terjadi lonjakan kenaikan harga yang tinggi namun lebih karena daya beli masyarakat yang menurun terdampak wabah covid-19.

“Persoalan sekarang ini terletak pada karena pasokan dari pusat juga terbatas dan juga ukuran daya beli masyarakat berkurang, jadi antara ketersediaan barang dengan kemampuan daya beli masyarakat tidak seimbang. Cuma ada yang berisiko naik yaitu di gula kalau ikan justru turun. Tidak semua barang naik cuma dimasa covid-19 ini kebutuhan dasar kita atau kebutuhan pokok kita yang harus dijaga agar kondisi ini bisa diatur dan dikendalikan dan bisa dipenuhi kebutuhannya,” jelasnya.

Sampai saat ini, dikatakan Armaini, pihaknya belum mendaatkan laporan adanya distributor atau pedagang yang nakal sengaja menimbun barang atau menaikan harga diatas HET. Seandainya ada temuan akan segara diambil tindakan.

Apalagi dalam situasi saat ini pemerintah akan selalu sigap, baik melalui Disperindag, Dinas Pertanian, Dinas Pangan dan Tim Satgas Pangan selalu menjaga dan memonitor perkambangan.

“Dari sisi ketersediaan pasokan akan kita jaga terus dan kita akan selalu update setiap hari meminta data laporan ke distributornya. Ketika di lapangan terjadi kekurangan akan kita lihat kalau di tingkat distributor tidak ada kekurangan maka ada miss di tengah jalan, maka perlu kita ambil tindakan hukum kalau ada pelanggaran seperti penimbunan. Kalau tiga hari atau dua hari saja tidak mendistribusikan barangnya itu sama saja penimbunan. Pengertian penimbunan itu kalau ada barang tetapi di lapangan ternyata barang tersebut langka maka ini masuk pasal penimbunan. Tetapi kalau dilapangan harganya bagus barangnya cukup ini tidak masuk pasal penimbunan,” tegasnya.

Pihaknya juga hampir setiap hari mulai pagi hari melakukan monitoring harga dan pasokan barang langsung ke pasar dan distributor.

Laporan tersebut akan disampaikan ke Satgas Pangan agar jika ada pasokan barang yang kurang atau kenaikan harga maka cepat bisa diatasi.

“Kita di Perdagangan selalu pantau dan monitor posisi ketersediaan pasokan. Kalau kita bicara fokus pada pasokan barangnya juga menyangkut distribusi dan logistiknya artinya bagaimana kesiapannya bahan pokok itu sampai menjelang bahkan setelah lebaran itu Alhamdulillah kelancaran distribusi akan kita jamin aman karena tim kita selalu memantau,” ujarnya.

Pasar murah yang biasanya setiap tahun diadakan Disperindag, tahun ini kemungkinan ditiadakan mengingat imbauan untuk menjaga jarak dan menghindari terjadinya kerumunan.

Cara lainnya, dikatakan Armaini, pemerintah akan melakukan penyaluran bantuan sosial.

“Pasar murah saat ini belum mendapat petunjuk dan arahan tetapi mungkin akan ada cara lain yang akan dilakukan pemerintah mungkin dengan bantuan sosial. Atau titik mana yang menjadi skala prioritas karena ini kan sangat sensitif karena pasar murah ini akan menciptakan kerumuman sebaiknya dihindari dulu. Tetapi kita cari solusi yang terbaik mungkin nanti daerah mana yang musti menjadi prioritas nanti ada posko-poskonya yang mengatur itu nanti,” jelasnya.

Dikatakan Armaini, pemerintah membutuhkan peran serta masyarakat untuk melapor bila ada warga yang kekurangan, kelaparan bisa langsung melaporkan karena petugas Pemprov di lapangan terbatas dan yang lebih tahu kondisi masyarakatnya adalah Pemkab/Pemkot. Dengan memantau di tingkat kecamatan, kelurahan atau desa akan ketahuan di daerah mana nanti kita akan sinergi menyalurkan bantuan.

“Harapan kami kesadaran untuk tidak membeli barang yang berlebihan, karena kita tahu kesiapan pemerintah akan ketersediaan bahan pokok akan terjamin. Jangan mendengar hoax bahwa barang akan langka itu semua tidak benar. Pemerintah akan selalu menjamin itu semua. Jadi harapan kita kepada masyarakat jadilah konsumen yang cerdas dan membeli sesuai dengan kebutuhan,” harapnya. (BBR)

Laporan: Irwan Aulia Rachman