Masyarakat Harus Berkomitmen Dalam Menanggulangi Bencana

kasmirudin
Masyarakat Harus Berkomitmen Dalam Menanggulangi Bencana
Kepala BNPB Letjen Doni Monardo saat pembukaan Pameran Pengurangan Resiko Bencana tingkat nasional, Jumat (11/10/2019) di Alun-alun Taman Merdeka Pangkalpinang. (Foto: Irwan)

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengajak segenap lapisan masyarakat untuk memiliki komitmen yang kuat dalam penanggulangan bencana. Karena mitigasi bencana terutama yang berhubungan dengan alam tidak cukup dengan diskusi, seminar dan loka karya, namun perlu orang-orang yang memiliki komitmen di lapangan.

Hal tersebut dikatakan Kepala BNPB Letjen Doni Monardo saat pembukaan Pameran Pengurangan Resiko Bencana tingkat nasional, Jumat (11/10/2019) di Alun-alun Taman Merdeka Pangkalpinang.

"Saya sangat menghargai relawan yang bekerja tanpa pamrih. Pencegahan harus kita lakukan dari sekarang, memang yang terbaik adalah dilakukan sejak puluhan tahun yang lalu, tapi yang terbaik kedua adalah kita lakukan pencegahan dari sekarang juga," ujar Letjen Doni Monardo.

Doni juga mengingatkan mengenai beberapa pelestarian lingkungan yang perlu terus digerakkan. Misalnya, untuk di Bangka Belitung jangan merusak mangrove, namun jika sudah terlanjur rusak maka masyarakat harus berlomba-lomba untuk mengembalikan vegetasi mangrove.

"Demikian juga coral atau terumbu karang di Indonesia adalah salah satu yang terbaik di dunia, jangan sampai dikemudian hari karang yang indah tidak bisa lagi dinikmati. Karena kita secara langsung atau tidak langsung memproduksi limbah-limbah yang dapat merusak terumbu karang," ungkapnya.

Doni juga menyayangkan pulihan ribu hektare hutan di Indonesia telah mengalami perubahan vegetasi, karena alih fungsi lahan. Masyarakat dan seluruh stakeholder diharapkan bisa melindungi hutan dan mengembalikan vegetasi alami hutan.

"Acara hari ini yang diselenggarakan di Bangka Belitung diharapkan bisa menjadi dorongan memberikan spirit kepada segenap bangsa kita, segenap pihak-pihak yang memiliki tanggung jawab bekerja keras. Mari bekerja tidak cukup kita hanya berbicara, oleh karenanya peran media sangat penting untuk bisa mengawasi, apakah setiap lembaga dan daerah bisa melakukannya dengan baik. Kalua kita bisa kita akan menjadi pahlawan kemanusiaan, karena kita telah mengurangi risiko terhadap korban jiwa untuk kasus sekarang dan yang akan datang," ungkapnya.

Mengenai Bangka Belitung sebagai provinsi kepulauan, Doni mengatakan banyak daerah yang mendapat akses untuk memasang sensor. Namun, karena wilayah pantai yang dimiliki Indonesia mencapai 190 ribu kilometer maka tidak mungkin seluruh daerah mendapatkan sensor tsunami. (BBR)


Penulis  : Irwan
Editor    : Kasmir
Sumber : Babel Review